Inflasi 2025 Hampir Dua Kali Inflasi 2024
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan (mtm).
“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,66 persen, dan memberikan andil inflasi 0,48 persen,” kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Desember 2025, di antaranya cabai merah dengan andil deflasi 0,03 persen.
Berdasarkan komponen, inflasi Desember 2025 utamanya didorong inflasi komponen bergejolak dengan andil inflasi 0,45 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selanjutnya, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan dan minyak goreng.
Baca juga: Banjir Likuiditas, Inflasi Pun Meninggi, Oktober 2025 Tertinggi Dalam 5 Tahun Terakhir
Menurut wilayah, secara bulanan seluruh provinsi mengalami inflasi. Tertinggi di Aceh sebesar 3,60 persen. Terendah di Maluku Utara sebesar 0,05 persen.
Pudji menyatakan, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi setelah mengalami bencana banjir pada akhir November 2025.
“Secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di tiga provinsi tersebut. Sumatera Utara tercatat mengalami inflasi bulanan 1,66 persen dan Sumatera Barat 1,48 persen,” ujar Pudji.
Sementara inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) pada Desember 2025 mencapai 2,92 persen. Sedangkan secara tahunan (yoy), pada Desember 2025 inflasinya juga 2,92 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,58 persen dan memberikan andil inflasi 1,33 persen.
Menurut wilayah, secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Tertinggi di Aceh sebesar 6,71 persen, dan terendah terjadi di Sulawesi Utara sebesar 1,23 persen. Inflasi tahunan 2025 mencapai hampir dua kali inflasi tahunan 2024 yang tercatat 1,57 persen.
Baca juga: November Inflasi Kembali Menurun. Pertanda Daya Beli Melemah Lagi?
Sedangkan inflasi tahunan komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen; secara bulanan 0,20 persen, dan tahun kalender 2,38 persen.
Komponen inti adalah inflasi tanpa memasukkan komponen harga bergejolak (bahan pangan) dan produk yang harganya diatur pemerintah seperti BBM, listrik, dan rokok.
“Secara umum, selama Januari-Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti memiliki frekuensi yang sering sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan,” terang Pudji.
Salah satunya adalah komoditas emas dan emas perhiasan yang menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sebanyak 11 kali selama 2025.