Menapaki Berbagai Fase Kehidupan, Ikuti dengan Strategi Finansial Yang Tepat
Manusia akan melalui berbagai tahapan kehidupannya mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia atau fase pensiun. Setiap fase tentunya memiliki tantangannya masing-masing, tapi satu hal yang pasti setiap fase tersebut harus disiapkan dengan perencanaan finansial yang baik.
Finansial merupakan “bahan bakar” untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Untuk itu setiap rupiah yang dimiliki harus dikelola dengan strategi yang tepat sesuai fasenya. Dikutip dari laman Bank OCBC NISP Minggu (04/01), ada strategi untuk mengenlola finansial sesuai fase kehidupan.
Dengan kata lain, mengelola finansial dengan baik itu suatu keharusan. Tujuannya agar kehidupan di masa depan lebih baik, punya tabungan dan aset investasi, hingga memasuki usia pensiun dengan percaya diri tanpa bergantung pada orang lain.
Semua itu dimulai dari strategi dalam mengelola finansial. Pengelolaan sebaiknya disesuaikan dengan fase hidup yang dijalani. Berikut beberapa strateginya.
Membangun Fondasi
Ini merupakan fase awal dewasa dengan usia 20-30 tahun. Di fase ini fokus utama adalah membangun kebiasaan finansial yang sehat. Prioritasnya bukan langsung mengejar kekayaan tapi menciptakan Fondasi yang kuat.
Beberapa langkahnya yaitu mengatur arus kas, membiasakan menabung, dan mulai memahami risiko keuangan menjadi langkah penting. Fase ini juga ideal untuk mulai berinvestasi dengan horizon jangka panjang karena kita masih punya waktu untuk menghadapi naik-turun pasar.
Menyeimbangkan Kebutuhan
Fase dewasa produktif dengan rentang usia 30-40 tahun. Memasuki usia ini tanggung jawab biasanya mulai bertambah dengan pengeluaran meningkat seiring kebutuhan rumah tangga, cicilan, dan gaya hidup.
Strategi finansial yang tepat adalah menyeimbangkan antara memenuhi kebutuhan saat ini dan menyiapkan masa depan. Menabung dan investasi perlu dibuat lebih terstruktur dengan tujuan yang jelas.
Di fase ini, proteksi keuangan juga semakin penting. Asuransi kesehatan dan perlindungan jiwa membantu mengurangi risiko finansial akibat kejadian tak terduga, terutama jika sudah menjadi tulang punggung keluarga.
Mengamankan Masa Depan
Di fase mapan dengan usia 40-50 tahun merupakan periode untuk mengamankan masa depan. Pada fase ini stabilitas finansial biasanya mulai terbentuk, pendapatan relatif lebih tinggi, tetapi waktu untuk memperbaiki kesalahan finansial semakin terbatas.
Strategi yang tepat adalah mengamankan apa yang sudah dibangun. Fokuskan pada penguatan dana pensiun, pengurangan utang, dan penyesuaian strategi investasi agar lebih seimbang antara pertumbuhan dan keamanan.
Penting juga untuk melakukan evaluasi rutin terhadap kondisi keuangan. Pastikan tujuan jangka panjang tetap realistis dan sejalan dengan kondisi keluarga, kesehatan, serta rencana hidup ke depan.
Baca juga: “Kita Usahakan Rumah Itu”, Kampanye Bank OCBC Untuk Anak Muda
Menjaga Stabilitias
Di fase pensiuan dengan rentang usia 50-60 tahun merupakan periode menjaga stabilitas finansial. Jelang masa pensiun tentunya prioritas utama bergeser dari pertumbuhan ke stabilitas. Risiko investasi perlu dikendalikan agar hasil yang sudah dikumpulkan tidak tergerus.
Selain itu pengeluaran juga harus mulai dipetakan dengan lebih hati-hati termasuk estimasi biaya kesehatan dan gaya hidup setelah tidak lagi aktif bekerja. Di fase ini penting untuk memastikan dana darurat dan dana pensiun benar-benar siap digunakan. Perencanaan arus kas pasca pensiun menjadi kunci agar kualitas hidup tetap terjaga.
Menikmati Hasil Perencanaan
Fase ini merupakan periode pensiun untuk usia di atas 60 tahun. Saat memasuki masa pensiun, strategi finansial berfokus pada menjaga keberlanjutan dana yang ada. Tujuannya bukan lagi mengejar imbal hasil tinggi melainkan memastikan dana cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pada fase ini perencanaan keuangan yang matang akan terasa manfaatnya. Keputusan-keputusan kecil yang dibuat di fase awal dan produktif hidup akan menentukan seberapa nyaman masa pensiun yang bisa dinikmati.
Satu hal yang pasti, menabung merupakan hal wajib di semua fase tersebut termasuk mengalokasikan sebagian uang untuk investasi. Tujuannya agar uang tidak habis hanya untuk kesenangan sesaat saja. Caranya bisa menerapkan metode budgeting 50-30-20 yaitu 50 persen penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan harian, 30 persen untuk utang dan keinginan, dan 20 persen untuk tabungan dan investasi.
Terkadang menabung saja tidak cukup untuk memenuhi suatu tujuan keuangan atau membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu investasi bisa jadi jalan keluar, salah satunya dengan membeli deposito.
Deposito di OCBC memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari pada tabungan biasa. Dengan proses yang mudah, deposito yang bisa dipilih yaitu Deposito IDR atau Deposito Valas. Kemudahan lain proses yang bisa melalui aplikasi OCBC mobile dengan tenor beragam dan penempatan dana mulai Rp1 juta.