Jumat, Januari 23, 2026
HomeNewsEkonomiIMF: Ekonomi RI 2025 Hanya Akan Tumbuh 5 Persen

IMF: Ekonomi RI 2025 Hanya Akan Tumbuh 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat di tengah tekanan eksternal, didukung inflasi yang terkendali dan sektor keuangan yang berdaya tahan, kebijakan yang solid, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta komitmen terhadap pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen otoritas terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, reformasi struktural yang terarah, serta penguatan sinergi kebijakan, menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi Indonesia.

Menurut keterangan Bank Indonesia, Kamis (22/1/2026), hal itu disampaikan IMF dalam laporan Article IV Consultation 2025 yang dirilis 21 Januari 2026 di situs IMF, dan BI menyambutnya dengan senang.

Dalam laporan itu, BI menyebut Dewan Direktur IMF menyampaikan pandangan terhadap sejumlah poin penting dari kebijakan otoritas Indonesia.

Baca juga: Airlangga: Akan Banyak Berita Baik dalam Ekonomi RI

Pertama, keberhasilan menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, serta pelonggaran kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kedua, kemajuan pendalaman pasar keuangan dan penguatan efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Ketiga, ketahanan sektor keuangan yang terjaga, didukung penguatan kerangka regulasi dan pengawasan, serta pengembangan sektor keuangan.

Keempat, komitmen otoritas dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan dukungan aturan yang kredibel. Kelima, agenda reformasi struktural menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Namun, berbeda dengan pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2025, IMF dalam laporannya memproyeksikan hanya 5 persen, dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026 dibanding target pemerintah 5,4 persen.

Baca juga: Kata BI Ekonomi Global Tahun Ini Melambat, Ekonomi RI Makin Baik

IMF menyebut sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai. Antara ketegangan perdagangan global, dinamika ketidakpastian ekonomi dunia, serta volatilitas pasar keuangan global.

Terkait hal itu, IMF merekomendasikan penerapan kebijakan moneter dan nilai tukar berbasis data guna menjaga stabilitas, normalisasi kebijakan makroprudensial longgar secara bertahap seiring pemulihan kredit, serta percepatan reformasi struktural untuk memperkuat tata kelola, integrasi perdagangan, dan iklim investasi, demi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini