Senin, Januari 26, 2026
HomeNewsEkonomiDesember 2025 Kredit Properti Tumbuh Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi

Desember 2025 Kredit Properti Tumbuh Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi

Bank Indonesia (BI) melaporkan akhir pekan lalu, pertumbuhan kredit properti pada Desember 2025 meningkat tinggi. Mencapai 13 persen (yoy) dengan nilai Rp1.597,7 triliun, dibanding November 2025 yang hanya 7,5 persen (yoy) senilai Rp1.513,5 triliun.

Pertumbuhan tinggi kredit properti itu, terutama disumbang pertumbuhan kredit konstruksi yang melesat 28,2 persen (yoy) dibanding 8,1 persen (yoy) pada November 2025. Diikuti kredit real estate yang naik tipis dari 8,2 persen menjadi 8,6 persen.

Hal itu ditengarai dipicu percepatan penyelesaian proyek oleh developer, agar penjualan propertinya tetap bisa mendapatkan insentif PPN DTP sebelum tutup tahun. Sementara penyaluran KPR sedikit menurun dari 6,9 persen menjadi 6,8 persen, yang mencerminkan masih lemahnya daya beli.

Secara keseluruhan penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh 9,3 persen (yoy) senilai Rp8.448,1 triliun, dibanding November 7,9 persen (yoy). Disumbang penyaluran kredit kepada korporasi yang tumbuh 14,6 persen (yoy), ditambah kredit kepada debitur perorangan yang hanya tumbuh 3,1 persen (yoy) yang mengkonfirmasi masih lemahnya daya beli.

Baca juga: Desember 2025 Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun. Dipicu Kenaikan Belanja Pemerintah dan Penyaluran Kredit

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi (KI) masih mencatat pertumbuhan tertinggi 20,5 persen dibanding November 17,8 persen. Terutama berasal dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan & perikanan, serta industri pengolahan dan sejenisnya.

Sedangkan kredit modal kerja (KMK) tumbuh 4,4 persen, meningkat dibanding November 2,5 persen, namun belum cukup memadai untuk menunjukkan gairah dunia usaha. Pertumbuhan KMK terutama bersumber dari sektor listrik, gas, dan air bersih serta konstruksi.

Lemahnya daya beli itu dikonfirmasi pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada Desember 2025 yang makin turun menjadi 6,4 persen (yoy), dibanding November 7,2 persen (yoy).

Semua jenis kredit konsumsi menurun. Paling dalam kredit kendaraan bermotor dari -4,8 persen menjadi -6,6 persen, diikuti kredit multiguna dari 8,8 persen menjadi 7,7 persen, dan KPR dari 6,9 persen menjadi 6,8 persen.

Baca juga: Selama 2025 Kredit Ternyata Tumbuh Lumayan, Tapi Kredit yang Belum Dipakai Masih Tinggi

Penurunan bunga kredit yang mengikuti penurunan bunga simpanan, belum cukup kuat mendongkrak penyaluran kredit konsumsi, karena penurunannya yang belum cukup signifikan.

Rata-rata tertimbang bunga kredit pada Desember 2025 mencapai 8,80 persen, hanya sedikit turun dibandingkan November sebesar 8,95 persen.

Bunga deposito juga belum banyak turun. Untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan, pada Desember tercatat 4,69 persen, 4,73 persen, 4,63 persen, dan 4,30 persen, dibanding November 4,72 persen, 5,03 persen, 4,82 persen, dan 4,33 persen. Bunga deposito 1 bulan bahkan tercatat 4,31 persen, lebih tinggi dibandingkan November 2025.

Penyaluran kredit UMKM juga masih jeblok. Pada Desember terkontraksi (minus) 0,3 persen, kendati membaik dibanding November yang terkontraksi 0,7 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Tetap Optimis Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Bahkan Bisa Lebih Tinggi

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan,...

IMF: Ekonomi RI 2025 Hanya Akan Tumbuh 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan...

Modal Asing Masih Terus Keluar, Tapi Rupiah Kembali Menguat

Pekan lalu nilai tukar rupiah sempat mendekati Rp17.000 per...

Berita Terkini