Kamis, Januari 29, 2026
HomeBerita PropertiAtasi Kesenjangan yang Tinggi, Menteri PKP Remajakan Menteng Tenggulun Jadi Sentra Kuliner

Atasi Kesenjangan yang Tinggi, Menteri PKP Remajakan Menteng Tenggulun Jadi Sentra Kuliner

Sejak akhir tahun lalu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memberi perhatian terhadap kawasan Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, terkait pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Di Jakarta menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 209.000 ribu RLTH. Tapi, tahun lalu Jakarta hanya mendapat jatah BSPS untuk 158 RTLH, tahun ini 2.000 unit. Dari 158 unit itu, Menteng Tenggulun mendapat jatah 52 unit.

Pemprov Jakarta sendiri, dengan APBD lebih dari Rp91 triliun tahun lalu, tidak punya program renovasi RTLH, apalagi peremjaaan kawasan kumuh.

Ara memberi atensi terhadap Menteng Tenggulun, karena kesenjangan sosial ekonominya yang tinggi. Menteng dikenal sebagai kawasan elit nomor satu di Jakarta. Di Menteng sebagian besar elit Indonesia alias kaum berpunya, entah pebisnis dan atau politisi, bermukim sejak dulu.

Mengutip keterangan Kementerian PKP, Rabu (28/1/2026), di Menteng Tenggulun terdapat sekitar 3.000 KK sangat mampu yang tinggal di rumah-rumah jembar. Berbanding 26.000 KK miskin dan tinggal di rumah-rumah mirip gubuk yang sempit, pengap, bocor saat hujan, dan serba berdesakan.

Selama puluhan tahun, puluhan ribu keluarga miskin di Menteng itu tak tersentuh program perbaikan rumah dan kawasan dari pemerintah.

Contohnya, Rukmini yang kini sudah lansia (82 tahun), warga RT 015 RW 01 Menteng Tenggulun. Selama puluhan tahun tinggal bersama suami M Sapri (85), anak dan cucu di RTLH yang bila hujan, bocor, yang membuat mereka sulit tidur dan selalu was-was.

Karena itu matanya langsung berkaca-kaca saat Menteri PKP berkunjung dan menyatakan, rumahnya akan direnovasi, juga lingkungan huniannya.

Pasangan lansia yang lain di RT/RW yang sama, Tatang Sukarta (72) dan Rusmiyati (68), yang telah lebih dari 50 tahun tinggal di RTLH peninggalan orang tua mereka, mengungkapkan hal serupa.

Keduanya menyebut bantuan perbaikan rumah dari pemerintah sebagai jawaban atas doa dan penantian panjang mereka selama ini. “Saya senang sekali, terima kasih. Akhirnya rumah saya bisa diperbaiki,” kata Rusmiyati penuh haru. Kedua rumah miliki lansia itu kini sudah selesai direnovasi dan siap ditempati.

Selain direnovasi, kedua rumah tersebut juga diperluas, sehingga lebih layak huni bagi anggota keluarga pemilik rumah yang banyak. Renovasi dilanjutkan ke 50 rumah lainnya.

Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto menjelaskan konsep desain renovasi rumah dan penataan kawasan di Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, kepada Menteri PKP Maruarar Sirait (dok. Kementerian PKP)

Baca juga: Jakarta Kota Nomor 33 Terkaya di Dunia, Tapi Tidak Punya Program Perbaikan Rumah Kumuh

Menteri PKP bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Walikota Jakpus, dirut PNM dan SMF, serta sejumlah bankir perempuan, meninjau kedua rumah tersebut dan progress penataan kawasan secara keseluruhan, Rabu (28/1/2026).

Menteri Maruarar menyatakan, di Menteng Tenggulun, Kementerian PKP tidak hanya melakukan renovasi, tapi juga meremajakan kawasan, sekaligus memberdayakan ekonomi warganya. Tanpa memberdayakan ekonomi warga yang serba miskin, kawasan akan kembali menjadi kumuh.

Karena anggaran peremajaan tidak tersedia, BSPS hanya menyediakan dana Rp21 juta/unit untuk renovasi RTLH dan sanitasinya, Maruarar mengajak sejumlah perusahaan terlibat membiayai peremajaan kawasan melalui dana CSR mereka.

Hasilnya, termasuk dari kocek pribadi Maruarar Rp200 juta, kocek Kepala BPS dan pejabat tinggi Kementerian PKP, terkumpul dana sekitar Rp5,2 miliar.

Renovasi RTLH dan peremajaan kawasan Menteng Tenggulun, melibatkan para arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta tanpa fee.

IAI menyiapkan desain renovasi 52 rumah dan desain penataan kawasan, yang mendukung aktivitas ekonomi warga terutama dalam bidang kuliner. Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto ikut mendampingi Ara dalam kunjungan tersebut.

“Penanganan kawasan kumuh di Menteng ini, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Gotong royong pemerintah, BUMN, dunia usaha, asosiasi profesi, dan masyarakat sendiri, guna menghadirkan perubahan nyata (di kawasan),” kata Ara sebagaimana dikutip keterangan Kementerian PKP, Rabu (28/1/2026).

Menteri PKP mengulangi kembali pernyataannya akhir tahun lalu, penataan kawasan Mneteng Tenggulun diarahkan menjadi kampung kuliner untuk memberdayakan ekonomi warganya.

“Penataan kawasan dilakukan secara terpadu, mencakup renovasi rumah, perbaikan lingkungan, penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, hingga penataan akses dan fasilitas pendukung kawasan. Kementerian PKP merenovasi rumah warga, PNM dan SMF mendukung penguatan ekonomi warga melalui pembiayaan, pendampingan, dan pelatihan usaha, khususnya bagi ibu-ibu penerima Program PNM Mekar,” jelas Ara.

Sebanyak 23 pelaku UMKM kuliner di Menteng Tenggulun, akan dibina langsung oleh para bankir perempuan guna meningkatkan kualitas produk, tata kelola usaha, serta daya saing. Pendampingan diharapkan mampu mendorong tumbuhnya sentra kuliner berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Menteri PKP Maruarar Sirait saat meninjau progress renovasi rumah dan penataan kawasan di Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026), bersama Kepala BPS, Walikota jakarta Pusat, Ketua IAI Jakarta, dirut PNM dan dirut SMF, serta sejumlah bankir perempuan (dok. Kementerian PKP)

Baca juga: Rumah Kumuh di Jakarta 209.000 Unit, Dapat Jatah Perbaikan 2.000 Unit

Sementara Pemprov Jakarta akan melakukan pembenahan infrastruktur pendukung. Mulai dari jalan lingkungan, trotoar, saluran air, MCK, hingga bantaran kali.

Menteri PKP menyebut, penataan akses menjadi faktor krusial dalam menghidupkan ekonomi warga. “Akses yang mudah dan parkir sangat menentukan. Jika jalan menuju kawasan macet dan sulit dijangkau, ekonomi warga tidak akan bergerak. Penataan akses dan parkir akan menjadi ruang pemberdayaan anak-anak muda di kawasan,” ujarnya.

Konsep pengelolaan sampah juga diintegrasikan dalam penataan kawasan. Warga akan dibina untuk mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi, melalui program dari PNM bekerja sama dengan Bank Sampah RW setempat.

Melalui pendekatan terpadu dan kolaboratif, Menteng Tenggulun diharapkan bertransformasi dari kawasan kumuh dan terpinggirkan, menjadi sentra kuliner rakyat yang tertata, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Ekonomi

AS Tetap Tak Tertandingi Sebagai Penguasa Ekonomi Dunia

Amerika Serikat (AS) masih tak tertandingi sebagai penguasa ekonomi...

Survei Perbankan: Penyaluran Kredit 2026 Diprediksi Hampir Sama Dengan 2025

Survei Perbankan Bank Indonesia yang dipublikasikan pekan lalu mengindikasikan,...

Survei BI: Triwulan I Penyaluran Kredit Diperkirakan Melorot, Kendati Likuiditas Kian Longgar

Survei Perbankan Bank Indonesia yang dipublikasikan pekan lalu mengungkapkan,...

Bank BRI Terus Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas

Bank BRI terus memperluas perannya untuk memperkuat fondasi ekonomi...

Berita Terkini