Jumat, Agustus 28, 2026
HomeBerita PropertiTuris Asing yang Naik Whoosh Melonjak 60 Persen, 75 Persen Asal Malaysia

Turis Asing yang Naik Whoosh Melonjak 60 Persen, 75 Persen Asal Malaysia

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan kereta cepat Whoosh selama 2025. Mencapai 401.282 penumpang, meningkat lebih dari 60 persen dibanding 2024 sebanyak 251.525 penumpang.

Pertumbuhan yang tinggi itu, menunjukkan meningkatnya kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap layanan Whoosh sebagai moda transportasi yang andal, nyaman, dan efisien selama berada di Indonesia. Secara kumulatif sejak 2023 hingga 2025, total turis asing yang menggunakan Whoosh mencapai 681.713 penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan, peningkatan jumlah turis asing yang menggunakan Whoosh itu, menjadi indikator penting atas kualitas layanan yang harus terus dijaga KCIC.

“Pertumbuhan penumpang WNA yang konsisten menunjukkan, layanan Whoosh semakin dipercaya wisatawan mancanegara, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kemudahan akses,” kata Eva melalui keterangan, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Tidak Hanya Whoosh, Turis Asing Juga Makin Demen Naik Kereta Api

Wisatawan asal Malaysia masih menjadi pengguna Whoosh terbanyak mencapai 298.531 penumpang. Disusul wisatawan dari Singapura 83.371 penumpang, Tiongkok 59.893 penumpang, Jepang 32.176 penumpang, dan Korea Selatan 21.974 penumpang.

Dok. KCIC

Pertumbuhan jumlah penumpang WNA itu, sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan mobilitas internasional, serta makin luasnya informasi global mengenai layanan kereta cepat Whoosh.

KCIC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat integrasi transportasi, agar makin ramah bagi wisatawan mancanegara, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata nasional.

“Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan asing di Indonesia. Konsistensi penggunaan oleh wisatawan dari berbagai negara menunjukkan daya saing layanan Whoosh di tingkat internasional,” jelas Eva.

Berita Terkait

Ekonomi

Transaksi Harbolnas 2026 Ditargetkan Rp40 Triliun, Terutama dari Penjualan Produk UMKM

Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi digital nasional sebagai...

Walhi: Pembangunan Tidak Boleh Merampas Hak Alam dan Ruang Hidup

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyelenggarakan diskusi bertajuk “Keadilan Ekologis,...

Menkeu: RAPBN 2027 untuk Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pokok-pokok Rancangan...

Wakaf Saham Istiqlal Bukan IPO, Begini Penjelasannya

Pada akhir tahun lalu Masjid Istiqlal meluncurkan gerakan “Yuk...

Berita Terkini