2025 Paradise Indonesia Bukukan Kenaikan Pendapaan 125 Persen, Disumbang Penjualan Apartemen
Di tengah situasi bisnis properti yang belum cukup kondusif, PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia, terus mencatat kinerja bisnis yang mengesankan. Sepanjang tahun lalu emiten properti ini membukukan kenaikan pendapatan 125 persen dibanding 2024.
Hal itu diungkapkan Direktur Paradise Indonesia Surina dalam media gathering bertajuk “Business Outlook 2026, Driving Business Growth Through Transformation” di Jakarta, Jumat (30/1/2026). Surina berbicara bersama Presiden Direktur-CEO INPP Anthony Prabowo Susilo.
Penyumbang utama kenaikan pendapatan usaha 2025 itu adalah penjualan properti (terutama dari apartemen Antasari Place di Jakarta Selatan) yang melesat 200 persen. Sementara pendapatan dari segmen perhotelan dan komersial (ritel dan lain-lain) sama dengan tahun 2024. Sebelumnya penjualan Antasari Place (980 unit) diproyeksikan menghasilkan pendapatan antara Rp400-500 miliar.
“Saya belum bisa menyebutkan angka penjualan dan pendapatan 2025, karena laporan keuangan full year masih dalam proses audit,” kata Surina. Sebagai catatan, sampai 30 September 2025 Paradise Indonesia mencatat pendapatan usaha Rp1,31 triliun atau sama dengan pendapatan usaha sepanjang 2024.
Karena segmen penjualan properti meningkat pesat, porsi pendapatan berulang (recurring income) Paradise Indonesia 2025 dari perhotelan dan ritel pun menurun menjadi 69 persen, dari sebelumnya di atas 80 persen. Sedangkan porsi pendapatan dari penjualan properti naik menjadi 31 persen dari sebelumnya hanya sekitar 15-20 persen.
baca juga: Strategi Paradise Indonesia Jaga Pertumbuhan
Tahun ini Paradise Indonesia menargetkan kenaikan pendapatan usaha antara 5-10 persen saja, yang akan diperoleh dari intensifikasi proyek-proyek eksisting (mal dan hotel) yang meningkatkan pendapatannya, serta pengembangan proyek baru di Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Target kenaikan pendapatan tahun ini lebih kecil, karena dihitung dari angka yang lebih tinggi. Tahun 2025 kita mencatat kenaikan pendapatan yang tinggi, terutama dari Antasari Place,” ujar Surina.
Sedangkan tahun ini belum ada lagi proyek yang akan menghasilkan pendapatan setinggi Antasari Place. Pengembangan menara kedua apartemen di lokasi mixed use di pertemuan Jalan TB Simatupang dan Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, ini masih dalam perencanaan.
Di atas lahan 8 ha di Balikpapan, tahap pertama (3 ha) Paradise Indonesia akan mengembangkan proyek komersial mid rise (shophouses) 88 Plaza Balikpapan dengan desain dan tampilan kekinian. Pengembangan lahan selebihnya belum disebutkan.
Untuk membiayai semua proyek tahun ini, Paradise Indonesia menganggarkan pengeluaran modal atau capital expenditure (capex) Rp400-500 miliar, dibanding Rp1,1 triliun tahun lalu. Modal akan dipakai untuk membiayai antara lain penyelesaian 23Mal Semarang, penuntasan perluasan Mal Paskal23 Bandung, intensifikasi proyek yang sudah beroperasi, selain proyek di Balikpapan.
Baca juga: Paradise Indonesia Kembangkan Proyek dengan Prinsip 4 M
Dengan tuntasnya pengembangan menara pertama apartemen Antasari Place, yang disertai apartemen servis Citadines Antasari 175 kamar dan area ritel The Alley, tahun ini porsi recurring income Paradise Indonesia akan kembali mendekati 80 persen, yakni 76 persen. Sementara porsi pendapatan dari penjualan properti turun menjadi 24 persen.
Saat ini Paradise Indonesia memiliki 14 hotel di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta, dan Makassar, dan mengoperasikan 6 pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Bali. Antara lain Grand Hyatt, Sheraton Bali, Hotel Harris, Hyatt Place Makassar, Bali Beach Shopping Centre, mal fX Sudirman, dan 23Paskal Bandung.