Selasa, Juni 9, 2026
HomeBerita PropertiParadise Indonesia Kembangkan Proyek dengan Prinsip 4 M

Paradise Indonesia Kembangkan Proyek dengan Prinsip 4 M

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mengembangkan semua proyeknya dengan prinsip 4 M. Yaitu, middle up (menyasar kalangan menengah atas), mid size (ukuran proyek sedang-sedang saja rata-rata 40.000 m2), mixed use (konsep proyek campuran antara ritel, hotel, dan development atau properti jual), dan major cities (lokasi proyek di kota-kota utama).

Hal itu diungkapkan Presiden Direktur Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo dalam paparan publik 2024 INPP di Jakarta, Kamis (6/6/2024). Saat ini perseroan memiliki 25 unit bisnis di 8 kota. Yang terbaru yang baru dibuka Februari 2024, Hotel Hyatt Place pertama di Indonesia yang berada di Makassar. Hotel itu terintegrasi dengan apartemen kelas atas 31 Sudirman Suites.

Semua proyek Paradise Indonesia berhasil dibangun dan dipasarkan sesuai target. Tidak ada yang gagal, di-cancel, apalagi mangkrak, bahkan saat pandemi. Termasuk proyek apartemen yang pasarnya melesu sejak beberapa tahun sebelum pandemi. “INPP one hundred completion track record,” kata Anthony.

Paradise Indonesia sedang menyiapkan proyek baru berupa hotel dan ritel di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Pengembangan akan dimulai akhir tahun ini. Konsepnya MICE hotel. Konsep ini dianggap tepat karena Balikpapan merupakan kota bisnis. Terlebih setelah adanya pengembangan IKN di Penajam Passer Utara, Kaltim, oleh pemerintah.

Sebagian besar proyek Paradise Indonesia berupa ritel dan hotel, ditambah beberapa proyek residensial (apartemen) untuk dijual atau property development. Karena itu 85% pendapatannya didapat dari hasil penyewaan (recurring income), sisanya dari penjualan properti.

“Ke depan kami akan meningkatkan kontribusi pendapatan dari property development menjadi 20-30 persen, dengan mengembangkan proyek apartemen baru,” ujar Anthony. Saat ini selain Sudirman Suites, proyek apartemen Paradise Indonesia adalah Antasari Place di koridor bisnis Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Menara pertamanya akan diserahterimakan mulai akhir tahun ini. Sedangkan menara kedua akan mulai dikembangkan tahun 2025.

Sepanjang kwartal I-2024 perseroan mencatat kinerja yang mengesankan. Pendapatan mencapai Rp262,58 miliar, turun tipis secara tahunan (yoy) dibanding periode yang sama 2023 yang tercatat Rp262,68 miliar. Namun, laba bersih melesat lebih dari 381% menjadi Rp133,95 miliar dibanding laba Q1-2023 yang tercatat Rp27,8 miliar.

Baca juga: Pariwisata Bangkit, Pendapatan INPP Melangit

Segmen ritel dan komersial menyumbang 44% terhadap total pendapatan atau naik 3,9% secara tahunan. Sedangkan segmen perhotelan berkontribusi 43% atau meningkat 16,1%. Anthony menyebutkan, konsep city hotel digabung pusat belanja yang dikembangkan Paradise Indonesia terbukti menguntungkan. Hotelnya selalu penuh didatangi tamu berulang. Selama kwartal 1-2023 okupansi hotel-hotel itu tercatat 90%, kwartal I-2024 naik menjadi 94%.

Paradise Indonesia mengoperasikan 8 merek hotel seperti Hyatt, Harris, Aloft, Yello, dan Pop!. Sedangkan mall antara lain fx Sudirman (Jakarta), 23Paskal (Bandung), dan Beach Walk Shopping Mall (Bali) selain Plaza Indonesia yang legendaris. Secara keseluruhan recurring income Paradise Indonesia meningkat 10,6% yoy.

Sementara segmen penjualan properti menyumbang 12%, setelah mencatat penurunan 42,1% tahun lalu. Antara lain karena peraturan akuntansi baru yang menyebabkan pengakuan pendapatan sedikit terlambat. Total sepanjang tahun ini Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% dari semua segmen propertinya.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini