Selasa, Juni 9, 2026
HomeBerita PropertiPariwisata Bangkit, Pendapatan INPP Melangit

Pariwisata Bangkit, Pendapatan INPP Melangit

PT Indonesian Paradise Property Tbk (IDX: INPP) sangat diuntungkan oleh bangkitnya kembali dunia pariwisata dan ritel (pusat perbelanjaan) pasca pandemi, serta banyaknya hari libur nasional selama paruh pertama tahun ini.

Selama semester pertama 2023 (1H23), INPP atau Paradise Indonesia mencatat pendapatan dari pengelolaan hotel dan mall serta penjualan apartemen sebesar Rp537,6 miliar, atau melesat 79% dibanding semester pertama 2022.

Pendapatan dari segmen perhotelan tercatat Rp207,8 miliar, atau meningkat tajam 89% dibanding 1H22. Pendapatan perhotelan itu berkontribusi hampir 40% terhadap total pendapatan INPP dalam periode tersebut. Kontributor terbesar adalah hotel-hotel di Bali yang mencatat occupancy rate tertinggi, dengan pendapatan melonjak 75% menjadi Rp254,4 miliar selama 1H23.

Banyaknya hari libur nasional pada triwulan dua 2023 mendukung performa mengesankan segmen perhotelan INPP. Occupancy rate perhotelan pada 1H23 tercatat 66% dibanding 57% pada 1H22. Lease rate dan hotel daily rate juga tumbuh dua digit. Sementara pendapatan dari segmen ritel atau pusat perbelanjaan tercatat Rp221,2 miliar atau tumbuh 26%. Sedangkan Occupancy rate segmen commercial/mall yang sudah membaik pada 1H22 (85%), pada 1H23 makin baik lagi (90%).

Selain dari pengelolaan hotel dan dan mal (recurring income), INPP juga mencatat pendapatan dari segmen property sales seperti apartemen. Performanya juga sangat mengesankan. Selama 1H23 bisa mencatat pendapatan Rp102,4 miliar atau meroket 10 kali lipat dibanding 1H22. Kendati demikian, recurring income masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan INPP, mencapai 81%.

“Tingginya rasio recurring income memungkinkan kami mempertahankan arus pendapatan yang stabil, membuat kami lebih resilien terhadap fluktuasi suku bunga yang (kerap) berdampak terhadap permintaan di segmen property sales,” kata Anthony P. Susilo, Direktur Utama INPP, seperti dikutip siaran pers INPP Jum’at (28/7/2023).

Dengan peningkatan pendapatan yang tajam itu, selama 1H23 INPP mampu membukukan laba kotor Rp349,9 miliar, atau tumbuh 76% secara tahunan, dan laba bersih Rp119,8 miliar atau meroket 11 kali lipat dibanding 1H22. Ada juga kontribusi investasi DIRE yang dipegang perseroan terhadap perolehan laba itu.

Ke depan INPP berupaya makin meningkatkan pendapatan dari property sales menjadi sekitar 30%. Antara lain melalui pengembangan apartemen. Saat ini antara lain dilakukan di mixed use Antasari Place (Jakarta) dan 31 Sudirman Suites (Makassar). Kedua proyek berjalan itu sudah melakukan topping off dan launching rooftop akhir Mei lalu.

INPP saat ini memiliki 13 hotel dengan 8 merek (seperti Yelo, Harris, ALoft, Hyatt) di Jakarta, Bali, Batam, dan Yogyakarta, serta mengoperasikan 6 pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Bali seperti Plaza Indonesia, FX Mall, Beach Walk Shopping Mall, dan 23 Paskal. Selain apartemen di Antasari Place, INPP sedang menggarap pengembangan Hotel Hyatt di Makassar dan perluasan 23 Paskal di Bandung, yang akan disusul dengan proyek mixed-use di Semarang.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini