Jumat, Januari 30, 2026
HomeBerita PropertiStrategi Synthesis Development: Inovasi Produk Hingga Skema Pembelian

Strategi Synthesis Development: Inovasi Produk Hingga Skema Pembelian

Di tengah berbagai situasi perekonomian global maupun lokal, pengembang Synthesis Development berhasil menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja bisnis yang baik. Menurut Chief Operating Officer Synthesis Development Aldo Daniel, kinerja bisnis baik yang bisa diraih ini merupakan hasil dari penerapan strategi dan kinerja seluruh tim ditambah berbagai regulasi pemerintah yang membantu masyarakat dalam pembelian properti.

“Selain kebutuhan pokok, kami melihat properti akan selalu menjadi pilihan investasi terbaik khususnya untuk jangka panjang. Pada tahun ini kami juga meyakini akan semakin banyak anak muda yang mengakses properti untuk kebutuhannya maupun sebagai instrumen investasi,” ujarnya kepada housingestate.id Kamis (29/01).

Dengan potensi pasar besar khususnya dari segmen generasi muda, salah satu strategi yang akan terus didorong yaitu meningkatkan edukasi. Hal itu diikuti dengan inovasi produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harga affordable dan lokasi-lokasi yang dekat transportasi umum.

Untuk itu Synthesis Development masih akan mengedepankan pengembangan di kawasan-kawasan yang berkembang. Salah satu faktor yang akan diutamakan yaitu kedekatan dengan transportasi publik seperti MRT, LRT, KRL, maupun Transjakarta. Produk yang dihadirkan juga harus sesuai kebutuhan pasar di segmen generasi muda.

Baca juga: Synthesis Development Hadirkan Rumah Rp300 Jutaan Di Serpong Selatan

Perkembangan teknologi juga harus disikapi karena hal ini membuat banyak konsumen yang semakin kritis dengan informasi mengenai produk properti yang selalu tersedia. Konsumen pastinya menginginkan produk terbaik dari uang yang dibelanjakannya. Synthesis Development akan terus mendorong inovasi produknya dengan desain, layout, penyediaan fasilitas, hingga skema pembayaran yang sesuai.

“Jadi selain produk, lokasi, konsep, yang tidak kalah penting juga adalah kemudahan pembelian makanya kami terus menjalin kolaborasi dengan perbankan. Kami juga berharap insentif seperti PPN DTP bisa ditambah dengan keringanan BPHTB maupun biaya-biaya lainnya. Dengan terus meningkatnya ekonomi di Indonesia kami yakin kinerja industri properti juga akan terus meningkat,” pungkas Aldo.

Berita Terkait

Ekonomi

AS Tetap Tak Tertandingi Sebagai Penguasa Ekonomi Dunia

Amerika Serikat (AS) masih tak tertandingi sebagai penguasa ekonomi...

Survei Perbankan: Penyaluran Kredit 2026 Diprediksi Hampir Sama Dengan 2025

Survei Perbankan Bank Indonesia yang dipublikasikan pekan lalu mengindikasikan,...

Survei BI: Triwulan I Penyaluran Kredit Diperkirakan Melorot, Kendati Likuiditas Kian Longgar

Survei Perbankan Bank Indonesia yang dipublikasikan pekan lalu mengungkapkan,...

Berita Terkini