Kamis, Februari 5, 2026
HomeBerita PropertiSolusi Pengurangan Biaya Operasional Gedung dari Colliers

Solusi Pengurangan Biaya Operasional Gedung dari Colliers

Pengurangan emisi karbon merupakan target global maka gedung komersial menghadapi tiga tantangan: biaya operasional yang terus meningkat, target pengurangan emisi karbon, dan tuntutan kenyamanan penghuni.

Berbagai tantangan ini semakin kompleks karena sertifikasi bangunan hijau kini menjadi standar gedung-gedung di perkotaan. Pasar gedung komersial yang belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi Covid-19 dan keterbatasan peningkatan pendapatan aset menjadikan fokus pengelolaan kini beralih ke efisiensi biaya operasional terutama biaya konsumsi listrik yang mencapai 25-30 persen dari total opex bulanan gedung komersial.

Colliers Indonesia bersama Recoolit menggelar acara bertema “Zero Capex, Maximum Impacts: Energy Efficiency & Carbon Reduction Solutions” pada hari ini Rabu (04/02). Event ini dihadiri berbagai developer dan pemilik gedung di Jakarta.

Acara ini memperkenalkan pendekatan inovatif untuk mencapai efisiensi energi khususnya sistem HVAC tanpa memerlukan investasi modal awal (capex). Solusi yang ditawarkan menggunakan model berbasis biaya operasional (opex) seperti skema bagi hasil berdasarkan kesuksesan penghematan.

“Sistem HVAC pada bangunan komersial menyerap hingga 60 persen dari total konsumsi listrik gedung dan secara langsung mendorong emisi Scope 2. Kami membuktikan bahwa tantangan ini dapat diatasi tanpa beban capex melalui pengelolaan efisiensi sistem gedung yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujar Christina Ng, Head of Facility Management Colliers Indonesia saat acara.

Baca juga: Pasok Ruang Perkantoran Kian Terbatas, Tarif Sewa Mulai Meningkat

Event ini menyoroti berbagai solusi yang dapat diterapkan di berbagai tahap operasional gedung. Di antaranay optimasi otomatis sistem HVAC melalui building management system (BMS) hingga teknologi AI untuk pengendalian kompresor DX yang lebih efisien.

Selain itu juga solas-as-a-service untuk transisi energi bersih tanpa investasi awal. Cooling-as-a-service dengan sistem HVAC efisien berbasis kontrak layanan dan pengelolaan refrigerant yang bertanggung jawab dengan program insentif.

“Developer dan pemilik gedung dapat mengakses teknologi terkini tanpa harus menanggung risiko investasi di awal. Dengan pendekatan success-based, pembayaran opex hanya dilakukan ketika hasil efisiensi energi telah terverifikasi dan penghematan benar-benar terealisasi,” imbuh Zyotty, Senior Manager-Energy Efficiency & Environmental Solution Colliers Indonesia.

Pendekatan tanpa capex ini memungkinkan pemilik dan pengelola gedung segera merasakan manfaat ganda: penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi karbon tanpa perlu terlebih dahulu mengalokasikan anggaran investasi besar.

Baca juga: Dengan Digitalisasi Lebih Efisien Mengelola Gedung

Berbagai solusi yang disosialisasikan seperti ini dapat menurunkan hingga 20 persen penggunaan listrik gedung setiap bulannya yang tentunya akan berdampak signifikan bagi profitabilitas dan keberlanjutan gedung komersial di Indonesia.

”Selaras dengan pendekatan oleh Colliers, kami juga membangun ekosistem bersama yang bertujuan untuk terus membantu menurunkan emisi karbon dari refrigerant yang sering terlupakan. Upaya ini didukung penuh oleh Recoolit sehingga tidak dikenakan biaya sama sekali, bahkan ada nilai ekonomisnya,” pungkas Erik Cahyanta, Senior Business Development Manager Recoolit.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank BRI Soroti Besarnya Potensi Fintech

Bank BRI menyoroti besarnya potensi pengembangan sektor financial technology...

Penyaluran Seluruh Kredit BCA Naik, Total Mencapai Rp993 Triliun

Bank BCA dan entitas anak perusahaan mencatatkan pertumbuhan total...

Purbaya: Ekonomi Indonesia akan Tumbuh Hingga 8 Persen Selama Saya Masih Menjabat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah,...

Berita Terkini