Senin, Februari 9, 2026
HomeBerita PropertiDaya Beli Lemah, Pangsa KPR dalam Pembelian Rumah Merosot

Daya Beli Lemah, Pangsa KPR dalam Pembelian Rumah Merosot

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan IV 2025 yang dirilis Jumat (6/2/2026) mengungkapkan, sebagian besar pembelian rumah primer (rumah baru di kawasan real estate) masih dilakukan dengan fasilitas KPR perbankan dengan pangsa 70,88 persen. Diikuti dengan pembayaran tunai bertahap dan tunai keras, masing-masing dengan pangsa 19,18 persen dan 9,94 persen.

Angka itu merosot dibanding triwulan III 2025 dan kembali ke angka triwulan I 2025. Pada triwulan III 2025, porsi penggunaan KPR dalam pembelian rumah mencapai 74,41 persen, diikuti cara bayar tunai bertahap 17 persen, dan tunai keras 8,59 persen.

Pada triwulan dua 2025 porsi penggunaan KPR dalam pembelian rumah mencapai 73,06 persen, diikuti cara bayar tunai bertahap 17,75 persen dan tunai 9,19 persen. Pada triwulan I 2025 pangsa pemakaian KPR itu mencapai 70,68 persen, diikuti cara bayar tunai bertahap 19,53 persen dan tunai 9,79 persen.

Bandingkan dengan 2024. Pada triwulan I 2024 pangsa KPR dalam pembelian rumah tercatat 76,25 persen, triwulan II 75,52 persen, triwulan III 75,80 persen, dan triwulan IV 72,54 persen.

Bank-bank memang cenderung memperketat penyaluran kredit konsumsi (kredit kendaraan bermotor dan KPR) serta kredit UMKM setahun terakhir, karena melemahnya daya beli masyarakat. Karena itu penyaluran ketiga jenis kredit itu merosot.

Baca juga: Penyaluran KPR Terus Menurun, Tapi Porsi KPR dalam Transaksi Rumah Kian Meningkat

Pada triwulan IV 2025, menurut SHPR BI, total nilai KPR secara tahunan hanya tumbuh 7,05 persen (yoy), dibanding 7,39 persen (yoy) pada III, kendati secara triwulanan tumbuh 1,72 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan 1,30 persen (qtq) pada triwulan III.

Sebagai perbandingan, pada triwulan III 2025 penyaluran KPR hanya tumbuh 7,39 persen (yoy), dibanding 7,81 persen (yoy) pada triwulan II 2025, 9,13 persen pada triwulan I 2025, 9,67 persen pada triwulan IV 2024, 10,37 persen pada triwulan III 2024, 13,97 persen pada triwulan II 2024, dan 13,91 persen pada triwulan I 2024.

Secara triwulanan (qtq) sama saja. Penyaluran KPR triwulan III 2025, seperti sudah disingggung di atas, hanya tumbuh 1,30 persen (qtq) dibanding 1,32 persen (qtq) pada triwulan II, dan 2,54 persen pada triwulan ! 2025.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini