Bank BRI terus mengambil upaya aktif mendorong perekonomian nasional melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau. Melalui program pembiayaan perumahan (KRP) subsidi, Bank BRI terus mendorong perluasan akses pembiayaan perumahan bagi segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Direktur Utama Bank BRI Hery Gunardi, Bank BRI secara konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak pada segmen masyarakat kecil salah satunya melalui dukunggan pembiayaan perumahan subsidi yang merupakan bagian dari peran strategis perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Sepanjang tahun 2025 kami telah merealisasikan penyaluran KPR subsidi sebesar Rp16,16 triliun untuk lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Dari total penyaluran itu, 97 persen disalurkan melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk mendukung program 3 juta rumah,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Senin (09/02).

Dengan jaringan yang luas serta pengalaman panjang melayani segmen mikor dan kecil, Bank BRI optimistis dapat terus berperan aktif dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditopang oleh kekuatan jaringan Bank BRI yang saat ini ada lebih dari 7.500 unit kerja di seluruh Indonesia. Kapabilitas distribusi yang luas dan terintegrasi ini menjadikan Bank BRI memiliki kesiapan ekosistem yang kuat untuk mendukung dan mempercepat implementasi berbagai program strategis pemerintah, termasuk di sektor perumahan.

Baca juga: Dibanding Kredit Lain, Penyaluran KPR Bank BRI Tumbuh Paling Tinggi

Bank BRI juga memandang keberlanjutan kesejahteraan masyarakat setelah memiliki rumah sangat penting. Karena itu dukungan pembiayaan perumahan tersebut diintegrasikan dengan penguatan ekosistem BRI Group, salah satunya melalui PNM Mekaar yang merupakan produk layanan resmi dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Adapun Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) adalah produk pembiayaan dari PNM yang menitikberatkan khusus kepada ibu-ibu pra sejahtera produktif untuk dapat berkembang.

Melalui program ini, para ibu rumah tangga memperoleh akses pembiayaan usaha produktif mulai dari usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga berbagai usaha mikro lainnya sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarga. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memerangi praktik rentenir yang selama ini membebani masyarakat kecil dengan bunga tinggi dan skema cicilan yang tidak sehat.

Baca juga: Paling Agresif Menyalurkan, Kuota KPR FLPP BRI Terus Ditambah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait juga menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Bank BRI dalam penyaluran rumah subsidi nasional. Menurutnya, penyaluran KPR subsidi Bank BRI telah meningkat hingga 100 persen dari tahun 2024 yang sebanyak 16 ribu menjadi 32 ribu tahun 2025.

“Dari sisi kenaikan persentase, Bank BRI kenaikannya terbesar. Secara total penyaluran KPR subsidi FLPP telah mencapai 229 ribu unit dan ini menjadi capaian terbesar sejak program ini diliuncurkan tahun 2010 lalu,” pungkasnya.