Bale by BTN dan KUR Perumahan Topang Kinerja BTN 2025
Kondisi ekonomi yang penuh tantangan sepanjang 2025, tidak membuat kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang berusia 76 tahun pada 9 Februari 2026, melorot. Sebaliknya bank yang fokus pada pembiayaan perumahan itu, tetap mampu mencatatkan kinerja positif pada semua lini.
Mulai dari total aset, laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK), yang membuat BTN mampu mencetak laba Rp3,5 triliun pada 2025, meningkat 16,4 persen (yoy) dibanding laba 2024 yang Rp3 triliun.
Capaian itu, menurut Direktur Utama BTN Nixon LP Napituulu, berkat transformasi yang konsisten di berbagai lini, perbaikan proses bisnis, serta penerapan strategi bisnis yang cermat, yang menghasilkan efisiensi dan penurunan beban bunga, peningkatan perolehan dana murah, serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin.
Baca juga: 2025 BTN Cetak Laba Rp3,5 Triliun, Meningkat 16,4 Persen
Penyaluran kredit dan pembiayaan tetap tumbuh dua digit sebesar 11,9 persen (yoy), yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga 3 persen (yoy) menjadi Rp36,3 triliun, dibanding 2024 sebesar Rp29,6 triliun.
Selain itu, ekspansi kredit BTN di sektor perumahan juga ditopang keterlibatan perseroan dalam penyaluran Krdeit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP), program baru pemerintah menggenjot sektor perumahan yang dilansir Oktober 2025.
BTN menjadi bank penyalur terbesar KPP senilai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025, setara hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.
“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN, yang menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibanding KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi UMKM yang butuh rumah sekaligus tempat usaha,” kata Nixon saat memaparkan kinerja BTN 2025 di Jakarta, Senin (9/2/2026), sebagaimana dikutip keterangan tertulis Corporate Secretary BTN Ramon Armando.
Sementara kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, memicu perolehan dana pihak ketiga (DPK) BTN konsolidasi tumbuh 14,6 persen (yoy) menjadi Rp437,4 triliun pada 2025, dibanding Rp381,7 triliun pada 2024.
Pertumbuhan DPK BTN yang dobel digit, salah satunya didukung akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.
Jumlah pengguna (user) Bale by BTN tumbuh pesat 66,1 persen (yoy) menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibanding 2024 sebanyak 2,2 juta.
Baca juga: Sama Seperti KPR FLPP, BTN Juga Juara Penyaluran KUR Perumahan
Meningkatnya jumlah user mendongkrak transaksi Bale 79,2 persen (yoy) menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025, dari 2024 sebanyak 1,2 miliar. Sementara nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7 persen (yoy) dari 2024 sebesar Rp81,1 triliun.
Saldo user Bale by BTN juga terus meningkat. Terlihat dari kontribusinya sebesar Rp22,8 triliun terhadap DPK BTN hingga akhir 2025, naik 15,3 persen (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,7 triliun.
“Nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah. Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik terkait perumahan maupun lifestyle,” tutur Nixon.