Sabtu, September 5, 2026
HomeNewsEkonomiJanuari 2026 Penjualan Eceran Diprediksi Naik Tinggi Secara Tahunan, Terkontraksi Secara Bulanan

Januari 2026 Penjualan Eceran Diprediksi Naik Tinggi Secara Tahunan, Terkontraksi Secara Bulanan

Hasil Survei Penjualan Eceran Desember 2025 yang dirilis Bank Indonesia (BI), Selasa (10/2/2026), mengungkapkan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan.

Tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 yang diprakirakan tumbuh 7,9 persen (yoy), meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding pertumbuhan Desember 2025 sebesar 3,5 persen.

Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi (minus) 0,6 persen (mtm), melorot dibanding Desember 2025 yang tumbuh 3,1 persen, sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah libur Nataru 2025.

Meski demikian, BI menyebut kontraksi tersebut lebih rendah dibandingkan kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar -4,7 persen (mtm).

Kontraksi penjualan pada Januari 2026 terutama disebabkan oleh penurunan penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau (-1 persen mtm).

Adapun kelompok barang lainnya masih tumbuh penjualannya, seperti peralatan informasi dan komunikasi serta barang budaya dan rekreasi sebesar masing-masing 2,8 persen (mtm), perlengkapan rumah tangga lainnya 1,8 persen (mtm), serta subkelompok sandang 1,3 persen (mtm).

Baca juga: Desember 2025 Penjualan Eceran Merosot Secara Tahunan, Meningkat Secara Bulanan

Pada Januari 2026 IPR diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari 229,8 pada Desember 2025 sesuai dengan pola musimannya (libur akhir tahun).

Penurunan indeks bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dari 323,9 pada Desember 2025 menjadi 320,6 pada Januari 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Penerimaan Negara Kuat, Juli Defisit Fiskal Baru 0,9 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, penerimaan negara...

Kemenperin: Agustus Manufaktur RI Masih Ekspansif, S&P Bilang Sebaliknya

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri pengolahan atau manufaktur RI...

Agustus Inflasi Kembali Meninggi, Dipicu Kenaikan Harga Bahan Makanan Termasuk Beras

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi...

Berita Terkini