Tiket Diskon Transportasi Libur Idul Fitri Sudah Bisa Dipesan 11 Februari
Pemerintah kembali melansir program stimulus ekonomi, dengan mendorong peningkatan mobilitas dan daya beli masyarakat selama libur Idul Fitri tahun ini, melalui pemberian diskon tiket angkutan umum.
Menurut Menko Perekonomian Airlangga, libur Idulfitri dan juga Nataru, sudah terbukti meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata di daerah, sehingga berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan IV 2025 yang mencapai 5,39 persen.
“Selama Idulfitri 2025 misalnya, mobilitas masyarakat mencapai 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan pada Desember menyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta,” kata Airlangga dalam konferensi pers “Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan” di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Karena itu triwulan I 2026 pemerintah kembali menggelar program stimulus ekonomi berupa diskon tiket transportasi selama libur Idul Fitri 2026. Stimulus ini diharapkan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Idul Fitri, sekaligus membantu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi selama libur HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) tersebut.
Untuk diskon tiket transportasi, pemerintah menyiapkan total anggaran Rp911,16 miliar. Untuk kereta api, potongan tarif diberikan 30 persen untuk perjalanan selama 14–29 Maret 2026, dan angkutan laut PT Pelni 30 persen dari tarif dasar untuk periode perjalanan 11 Maret–5 April 2026.
Sedangkan untuk angkutan penyeberangan ASDP, diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhan pada 12–31 Maret 2026, dan angkutan udara diskon tarif 17–18 persen dari harga tiket untuk penerbangan domestik kelas ekonomi selama 14–29 Maret 2026.
“Pembelian tiket untuk periode perjalanan yang mendapatkan diskon tarif transportasi tersebut, sudah dapat dilakukan mulai 11 Februari 2026,” ujar Airlangga.
Baca juga: Diskon Tarif Transportasi Efektif Dongkrak Mobilitas Masyarakat di Akhir Tahun
WFA dan bantuan pangan
Selain diskon tiket transportasi, pemerintah juga akan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) selama 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN dan pekerja swasta, guna mengoptimalisasi dampak positif lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri 2026.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan estimasi anggaran Rp11,92 triliun, yang akan diserahkan sekaligus untuk 2 bulan di awal Ramadan.
Melalui Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026, pemerintah berharap peningkatan mobilitas masyarakat lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional terus berlanjut.
“Kami harapkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN yang menjalankan program diskon, dapat menjaga pelaksanaannya berjalan dengan baik. Termasuk industri swasta yang telah diberikan pengaturan dan regulasi terkait dengan program tersebut,” pungkas Menko Airlangga.
Airlangga berbicara didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekkab Teddy Indra Wijaya, Menhub Dudy Purwagandhi, Menaker Yassierli, Menpan RB Rini Widyantini, Mensos Saifullah Yusuf, serta para pejebat tinggi Kemenko Perekonomian.