Supaya KUR Perumahan Sukses, MBR Lebih Sejahtera, BRI Turunkan Bunga PNM Mekaar 5 Persen
PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) adalah layanan permodalan berbasis kelompok yang dikelola PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Sasarannya perempuan prasejahtera atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pelaku usaha ultra mikro dan mikro di Indonesia.
Program yang dibiayai Bank BRI ini, memberikan pinjaman modal usaha tanpa agunan fisik, serta pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan keluarganya.
Menyusul dirilisnya Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) pada Oktober 2025, PNM Mekaar kemudian disandingkan dengan kredit program terbaru tersebut.
KPP antara lain memberikan kredit kepada MBR yang hendak membeli, membangun, atau merenovasi rumah yang sekaligus dijadikan sebagai tempat usaha seperti warung.
Karena itu pembiayaan pemilikan atau pembanguna rumah saja tidak cukup, tapi perlu disertai pemberdayaan usaha pemiliknya, sehingga mereka menjadi lebih sejahtera dan mampu mngangsur utangnya.
Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara), pemberian kredit perumahan saja tidak cukup, tapi perlu diiringi dengan pemberdayaan pemiliknya agar mereka menjadi lebih sejahtera.
Salah satu bentuknya adalah dukungan pembiayaan yang ringan untuk usaha yang dijalankan di rumah masing-masing, sehingga kesejahteraan mereka meningkat.
Hal itu diulangin lagi oleh Menteri PKP dalam sambutannya pada acara “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).
“Sektor perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat tidak bisa dipisahkan. Akses pembiayaan yang lebih ringan akan memperkuat daya beli, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang lebih besar bagi MBR untuk berkembang dan memiliki rumah yang layak,” katanya sebagaimana dikutip keterangan Kkementerian PKP.
Baca juga: Tertarik Ambil KUR Perumahan? Simak Kriteria dan Persyaratannya
Acara tersebut mempertemukan Kementerian PKP, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Bank BRI, PT PNM, dan PT SMF, yang bersinergi memperluas akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi MBR sekaligus pelaku usaha ultra mikro terutama perempuan.
Dalam acara yang dihadiri ratusan ibu-ibu anggota Mekaar itu, Bank BRI mengumumkan penurunan bunga PNM Mekaar sebesar 5 persen, sehingga kini menjadi 20 persen per tahun dari sebelumnya 25 persen.
“Ini sejarah. Selama 10 tahun tidak pernah ada penurunan suku bunga untuk kredit ultra mikro. Hari ini kita lakukan. Kebijakan ini menyasar 16,2 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia. Mereka tulang punggung ekonomi keluarga. Kita ingin mereka naik kelas, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Ara.
Selain mengumumkan penurunan bunga PNM Mekaar, Menteri PKP juga mengungkapkan, di kesempatan yang sama BRI berhasil mencatatkan rekor akad KPP Rp100,2 miliar untuk 217 nasabah. “Ini bukti akses pembiayaan perumahan (KPP) semakin nyata dan diminati masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: SMF dan PNM Sudah Biaya Renovasi 25.000 Rumah untuk Tempat Usaha?
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai lembaga dan BUMN di atas dalam menyukseskan program perumahan, sebagai bukti negara hadir dan lembaga keuangan nasional berpihak kepada rakyat kecil.
“Atas arahan Presiden Prabowo, kita harus mendahulukan rakyat. Penurunan bunga ini kita lakukan agar ekonomi MBR bisa naik kelas dan pada akhirnya juga ekonomi nasional,” terang Ara.
Melalui kolaborasi semua pihak terkait, Menteri PKP berharap makin banyak pelaku usaha ultra mikro yang tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional.