Kaum Bawah dan Atas Paling Optimis dengan Prospek Ekonomi ke Depan
Survei Konsumen Bank Indonesia yang dirilis pekan ini mengungkapkan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat.
Tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) Januari 2026 sebesar 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 135,6.
Kenaikan IEK Januari 2026 bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) sebesar 146,0 dan 135,3, dibanding periode sebelumnya sebesar 140,8 dan 130,8. Sementara Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) stabil di angka 135,1.
Paling optimis dengan prospek penghasilannya dalam enam bulan ke depan adalah kalangan bawah (pengeluaran Rp1-2 juta dan Rp2,1-3 juta) serta kaum atas (pengeluaran >Rp5). Tercermin dari kenaikan IEP yang tinggi, dari 127,3 menjadi 138,2, dari 136,8 menjadi 140,9, dan dari 143,1 menjadi 155,4.
Sementara kalangan menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dan menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta), menurun optimismenya terhadap penghasilannya 6 bulan ke depan. Trelihat dari IEP yang turun dari 140,5 menjadi 139 dan dari 144,6 menjadi 144,1.
Baca juga: Januari Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat Tinggi
Untuk IEKLK, kelompok berpendidikan diploma/akademi dan SMA menurun optimismenya terhadap prospek ketersediaan lapangan kerja 6 bulan ke depan, dari 136,1 menjadi 133,6 dan dari 132,1 menjadi 131,2. Sedangkan kelompok sarjana dan pascasarjana naik tinggi ekspektasinya, dari 138,1 menjadi 145,2 dan dari 145,3 menjadi 150,7.
Sementara ekspektasi terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan, meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan optimisme tertinggi tercatat pada kalangan menengah dan menengah atas, dengan IEKU 127,2 dan 141 dari sebelumnya 120,7 dan 136,3.