Kunjungan Turis Asing Terus Menanjak. Tapi Lama Tinggal dan Pengeluaran Selama di Indonesia Terus Menurun
Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan awal Februari mengungkapkan, kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2025 mencapai 1,41 juta kunjungan. Meningkat 17,25 persen dibanding November 2025 (mtm) dan 14,43 persen dibanding Desember 2024 (yoy).
Sedangkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025, mencapai 15,39 juta kunjungan. Meningkat 10,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (ctc), dan menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid 19 tahun 2020, kendati belum mencapai angka 2019 (sebelum pandemi) sebesar 16,10 juta.
Menurut BPS, jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan selama Januari-Maret 2025, dari 1,16 juta kunjungan(Januari 2025) menjadi 1,02 juta kunjungan (Februari 2025), dan makin turun menjadi 984,77 ribu kunjungan pada Maret.
Pada April 2025, kunjungan wisman meningkat lagi menjadi 1,16 juta kunjungan, dan terus naik hingga Agustus 2025 menjadi 1,51 juta kunjungan. Lalu turun lagi pada September 2025 menjadi 1,39 juta, dan terus menurun hingga November menjadi 1,20 juta kunjungan, sebelum meningkat lagi pada Desember 2025 menjadi 1,41 juta kunjungan.
Umumnya kunjungan wisman menggunakan angkutan udara (72,66 persen), diikuti moda angkutan laut dan darat masing-masing sebesar 22,56 persen dan 4,78 persen.
Secara tahunan (yoy), peningkatan jumlah kunjungan wisman pada Desember 2025 terlihat di seluruh kelompok kebangsaan. Kunjungan wisman Timur Tengah mengalami peningkatan tertinggi sebesar 27,18 persen, diikuti wisman asal ASEAN 20,80 persen, dan wisman asal Afrika 17,24 persen. Sementara kelompok kebangsaan dengan kenaikan wisman terendah berasal dari Eropa, dengan kenaikan hanya 0,99 persen.
Baca juga: Tahun Ini Pemerintah Targetkan Kunjungan Turis Asing Hingga 17,6 Juta
Seara bulanan, kunjungan wisman pada Desember 2025 juga mengalami kenaikan hampir di semua kelompok kebangsaan. Kunjungan wisman asal Afrika mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 49,38 persen, diikuti wisman asal ASEAN 27,92 persen. Sementara kunjungan wisman Timur Tengah mengalami penurunan sebesar 24,64 persen.
Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama Desember 2025 masih didominasi wisman asal Malaysia 243,16 ribu kunjungan (17,30 persen), diikuti wisman Singapura 204,51 ribu kunjungan (14,55 persen), Australia 154,87 ribu kunjungan (11,02 persen), dan Timor Leste 119,10 ribu kunjungan (8,47 persen).
Rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia pada Desember 2025 mencapai 9,42 malam. Wisman dari ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat 4,37 malam, wisman dari Eropa paling lama 18,37 malam. Berdasarkan kebangsaan, ratarata lama tinggal terlama tercatat pada wisman Rusia 26,21 malam, paling singkat selama 2,64 malam wisman Timor Leste.
Baca juga: Kunjungan Turis Asing Catat Rekor Tertinggi Dalam 6 Tahun
Secara umum sejak 2023, rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia terus menurun, demikian pula rata-rata pengeluaran per kunjungan. Kalau pada 2023 rata-rata lama tinggal wisman mencapai 12,71 malam, pada 2024 menurun menjadi 11,52 malam, dan makin turun menjadi 9,42 malam pada 2025. Sementara rata-rata pengeluaran selama di Indonesia, pada 2023 mencapai USD1.625,35 per orang per kunjungan, kemudian turun signifikan menjadi USD1.383,88 pada 2024, dan makin turun menjadi USD1.267,07 pada 2025.