Selasa, Februari 17, 2026
HomeBerita PropertiSepanjang 2025 Okupansi Hotel Hanya 37,92 Persen, Rata-Rata Lama Menginap Tamu 1,58...

Sepanjang 2025 Okupansi Hotel Hanya 37,92 Persen, Rata-Rata Lama Menginap Tamu 1,58 Malam

Bisnis hotel di Indonesia yang sebagian besar mengandalkan kegiatan pemerintahan berupa perjalanan dan pertemuan, benar-benar terpuruk menyusul kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah terhadap aktivitas pertemuan dan perjalanan tersebut pada triwulan akhir 2024.

Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal Februari 2025 mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel di Indonesia pada Desember 2025 mencapai 42,13 persen. Naik 2,16 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), namun turun 3,32 persen poin dibanding Desember 2024 (yoy).

Okupansi hotel berbintang masih agak lumayan. Pada Desember 2025 mencapai 56,12 persen. Naik 2,23 persen poin dibanding November 2025 (mtm), namun turun 1,94 persen secara tahunan dibanding Desember 2024 (yoy).

Secara kumulatif sepanjang Januari-Desember 2025, okupansi hotel berbintang mencapai 49,30 persen, turun 3,27 persen poin dibanding periode yang sama tahun 2024 (ctc).

Yang paling terpuruk okupansi hotel nonbintang. Karena itu kita menyaksikan di berbagai marketplace banyak pemilik hotel menjual hotelnya. Pada Desember 2025 okupansi hotel nonbintang hanya 27,05 persen. Naik 2,07 persen poin dibanding November 2025 (mtm), namun turun 1,91 persen poin dibanding Desember 2024 (yoy).

Yang masih agak lumayan hanya hotel nonbintang di beberapa daerah, seperti Jakarta yang okupansinya masih 45,29 persen dan Bali 39,61 persen.

Secara kumulatif selama Januari-Desember 2025, okupansi hotel nonbintang hanya mencapai 25,08 persen, turun 1,51 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu (ctc).

Baca juga: Kunjungan Turis Meningkat, Tapi Okupansi Hotel Belum Juga Membaik

Okupansi tertinggi pada Desember 2025 tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 60,27 persen, terendah pada hotel nonbintang sebesar 27,05 persen.

Dibanding Desember 2024 (yoy), hanya hotel bintang 5 yang mencatat peningkatan okupansi sebesar 0,85 persen poin. Sementara hotel bintang 1 mengalami penurunan okupansi terdalam sebesar 4,94 persen poin, diikuti hotel bintang 4 dan bintang 2 yang masing-masing turun 3,43 persen poin dan 2,35 persen poin.

Sedangkan secara bulanan (mtm) dari November ke Desember 2025 (mtm), seluruh klasifikasi hotel mengalami kenaikan okupansi. Okupansi hotel bintang 5 naik paling tinggi sebesar 3,53 persen poin, diikuti hotel bintang 2 yang naik 2,77 persen poin.

Hotel bintang 1 dan hotel bintang 4 mencatat kenaikan okupansi terendah, sebesar 1,55 persen poin dan 1,61 persen poin.

Baca juga: Kunjungan Turis Asing Terus Menanjak. Tapi Lama Tinggal dan Pengeluaran Selama di Indonesia Terus Menurun

Secara kumulatif selama Januari-Desember 2025, okupansi hotel Indonesia hanya mencapai 37,96 persen. Menurun 3,37 persen secara tahunan (yoy) dibanding periode yang sama 2024. Semua klasifikasi hotel mengalami penurunan, dengan penurunan TPK terdalam pada hotel bintang 4 sebesar 4,81 persen poin, terendah pada hotel nonbintang sebesar 1,51 persen poin.

Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Indonesia pada Desember 2025 mencapai 1,58 malam. Naik tipis 0,01 poin dibanding Desember 2024 (yoy), tapi turun 0,05 poin dibanding November 2025 (mtm).

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Ekonomi Indonesia Akan Terus Berekspansi Sampai 2033

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, ekonomi Indonesia berada...

Ketimpangan Ekonomi Masih Tinggi, Tertinggi di 9 Provinsi Ini

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal bulan...

Berita Terkini