Rabu, Februari 18, 2026
HomeBerita PropertiPersaingan Broker Properti Kian Sengit, Ini Strategi Agar Tidak Tersingkir

Persaingan Broker Properti Kian Sengit, Ini Strategi Agar Tidak Tersingkir

Industri jasa broker properti di Indonesia memasuki era persaingan berbasis kualitas layanan dan kompetensi sumber daya manusia. Bukan lagi sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, broker kini dituntut menjadi konsultan investasi yang memahami kebutuhan klien, tren pasar, strategi pemasaran modern, dan punya integritas.

Direktur LJH Realty Oka Mahendra menyatakan, perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi pemasaran menuntut broker properti terus meningkatkan kapasitasnya, dengan berorientasi pada service excellent.

“Broker properti profesional perlu punya wawasan dan attitude yang baik. Salah satu cara terbaik adalah menginstal program-program positif ke dalam CPU (otak) mereka. Seperti ponsel, setiap waktu harus di-upgrade, agar performanya optimal,” katanya melalui keterangan, Rabu (18/2/2026). Sebelumnya awal Februari, LJH Realty menggelar Summit 2026 bertema “Personal Growth Through Service Excellence” di Jakarta.

Kompetisi jasa broker
Oka menjelaskan, pertumbuhan platform digital properti mendorong peningkatan jumlah broker di Indonesia. Data Real Estat Indonesia (REI) mengkonfirmasi hal itu.

Pertumbuhan transaksi properti di kota besar, diikuti peningkatan jumlah broker dan kantor broker properti. Sementara platform pemasaran seperti Rumah123 dan portal digital lainnya, mengungkapkan adanya perubahan cara broker mencari klien, memasarkan unit, dan membangun reputasi.

”Kondisi ini membuat standar profesionalisme broker dituntut makin tinggi. Mulai dari kemampuan berkomunikasi, pemahaman legalitas transaksi, hingga penguasaan digital marketing. Hal ini yang selalu kami kedepankan dalam meng-upgrade property consultant dan mitra outlet LJH Realty,” ujar Oka.

Baca juga: LJH Realty: Broker Properti Bukan Sekadar Agen, tapi Profesi Masa Depan

Kualifikasi broker
Menurut Oka Mahendra, broker profesional seyogyanya memiliki sejumlah karakter dan kompetensi utama. Pertama, konsisten mengembangkan diri. Profesionalisme tidak terbentuk dalam sehari. Broker harus terus belajar, berlatih, dan memperbarui kemampuan pemasaran serta komunikasi.

Kedua, menerapkan standar layanan tinggi. LJH Realty menargetkan kualitas pelayanan setara lembaga perbankan nasional seperti BCA.

”Untuk mencapai standar tersebut, LJH Realty mengadakan summit yang salah satu temanya adalah service excellence yang dibawakan Wani Sabu, praktisi layanan pelanggan dan investigasi perbankan,” katanya.

Ketiga, kompetensi pemasaran strategis, dimana broker properti dituntut memahami psikologi konsumen, teknik negosiasi, dan strategi pemasaran berbasis data. Untuk itu, dalam summit tersebut dihadirkan juga James Sutton, Principal & Premium Property Expert McGrath dari Sydney, Australia, guna berbagi praktik pemasaran terbaik global.

Keempat, sertifikasi dan rekam jejak profesional. Broker properti profesional mengikuti pelatihan berkelanjutan, memiliki sertifikasi kompetensi, serta menunjukkan kinerja yang konsisten.

Kelima, penguasaan teknologi digital. Yaitu, kemampuan menggunakan media sosial, video edukasi, dan platform digital sebagai bagian penting dari profesionalisme masa kini.

Baca juga: Mau Efektif Jualan? Agen Properti Harus Manfaatkan Marketplace

Strategi bertahan dan unggul
Menghadapi kompetisi industri jasa pemasaran properti yang ketat, Oka berpendapat, entitas (perusahaan) broker properti harus menempatkan pengembangan SDM sebagai strategi utama keberlanjutan bisnis.

Dok. LJH Realty

Untuk bertahan dan unggul di industri jasa broker properti, perusahaan harus meng-upgrade skill tenaga marketingnya secara berkelanjutan.

Itulah kenapa program pelatihan LJH Realty dilakukan setiap bulan, mencakup sertifikasi kompetensi terbaru, seminar nasional dan regional, forum berbagi pengalaman dengan agen berprestasi, dan pengembangan kapasitas tim administrasi.

”Materi pembelajaran disebarkan melalui kanal video dan media sosial perusahaan, untuk memastikan tenaga pemasaran mendapatkan akses pengetahuan secara berkelanjutan. Ada juga pendampingan karier jangka panjang.

”Dengan tagline ‘leading journey home’, LJH Realty menekankan komitmen mendampingi property consultant dan mitra outlet dalam setiap tahap perkembangan karier mereka,” tutur Oka.

Baca juga: Stok Rumah Seken Melonjak, Banyak yang BU dan Mau Jual Cepat

Mampu beradaptasi
CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda dalam podcast LJH Realty menyatakan, prospek jasa broker properti masih sangat terbuka, namun hanya bagi yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.

Pertumbuhan kelas menengah, kebutuhan hunian di kawasan urban, serta meningkatnya minat investasi properti tetap menjadi motor utama peningkatan permintaan jasa broker properti.

Namun, pola transaksi kini lebih rasional dan berbasis informasi, sehingga peran broker bergeser dari sekadar perantara menjadi konsultan properti yang memberi analisis nilai, risiko, dan potensi investasi.

“Broker yang bertahan adalah yang mampu memberi nilai tambah, bukan hanya menawarkan produk. Konsumen sekarang datang dengan data, sehingga broker harus lebih siap secara pengetahuan, teknologi, dan layanan,” tegas Ali.

Tapi, Ali menekankan, tantangan utama industri jasa broker bukan pada permintaan pasar, tapi pada kualitas SDM. Profesionalisme, integritas, dan konsistensi pengembangan diri menjadi syarat dasar bagi broker untuk bertahan di pasar.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini