Kamis, Februari 26, 2026
HomeBerita PropertiGawat! Baru 12,5 Persen Rumah Tangga di Indonesia dengan Sanitasi Aman

Gawat! Baru 12,5 Persen Rumah Tangga di Indonesia dengan Sanitasi Aman

Sanitasi aman adalah pengelolaan limbah domestik (tinja dan air limbah) secara higienis. Mulai dari sumber hingga pengolahan akhir, untuk mencegah risiko penyakit dan pencemaran lingkungan.

Melibatkan penggunaan jamban leher angsa pribadi (tidak berbagi dengan rumah tangga lain), tangki septik yang kedap/disuntik secara berkala (setiap 5 tahun), dan pembuangan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Karena pentingnya soal sanitasi itu, Selasa (24/2/2026), Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengunjungi Balai Teknik Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, di kawasan Wiyung, Surabaya, Jawa Timur.

Kunjungan bertujuan membahas pentingnya penataan sanitasi yang baik dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Wamen PKP berdiskusi dengan jajaran Balai Teknik Sanitasi yang dipimpin oleh Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Kuswara dan Kepala Balai Teknik Sanitasi Yuli Imawati. Dalam diskusi itu, Fahri menyatakan kualitas sanitasi merupakan indikator utama rumah sehat.

“Rumah sehat adalah rumah dengan pengolahan limbah atau sanitasi yang baik. Presiden mencanangkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Soal sanitasi ini terutama terkait aspek sehat,” katanya sebagaimana dikutip keterangan Kementerian PKP.

Baca juga: Rumah Sehat Dimulai Dari Toilet

Wamen PKP mengingatkan, sanitasi yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat, selain mencemari lingkungan.

Ia meminta Balai Teknik Sanitasi segera menyampaikan data terkini yang akurat dan komprehensif, terkait kondisi sanitasi perumahan di Indonesia. Data tersebut sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden.

Yuli Imawati mengungkapkan, saat ini (2025) baru 12,5 persen rumah tangga nasional dengan akses sanitasi aman. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 30 persen pada 2029.

Baca juga: Sistem Resapan Sebagai Pasangan Septic Tank

Data yang disebut Yuli berbeda dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkapkan (15 Desember 2025), rumah tangga RI yang menggunakan layanan sanitasi yang dikelola secara aman baru 10,30 persen dari sekitar 75 juta rumah tangga. Yaitu, di perkotaan 13,87 persen dan di pedesaan 5,13 persen.

Persentase rumah tangga dengan sanitasi aman tertinggi ada di Jakarta (23,17 persen), terendah di Papua Pegunungan (0,60 persen).

Di bawah Jakarta, ada 5 provinsi dengan persentase rumah tangga sanitasi aman melebihi 14 persen. Yaitu, Aceh (17,46 persen), Bali (17,36 persen), DI Yogyakarta (16,16 persen), Banten (14,65 persen), dan Riau (14,44 persen).

Berita Terkait

Ekonomi

Januari Penerimaan Pajak Melesat, Tapi Belanja Negara Juga Melonjak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun...

Awal Tahun Belanja Pemerintah Ngegas, Kredit Tumbuh Double Digit

Bank Indonesia melaporkan, Senin (23/2/2026), likuiditas perekonomian atau uang...

Berita Terkini