Colliers: Permintaan Perkantoran Hijau Akan Makin Meningkat
Konsultan properti Colliers Indonesia memproyeksikan, permintaan gedung perkantoran bersertifikasi hijau akan makin meningkat, seiring kepatuhan terhadap penerapan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG)yang kini menjadi persyaratan dasar bagi banyak perusahaan, terutama perusahaan multinasional.
Menurut Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, tren perkantoran hijau itu diperkirakan akan mempercepat inisiatif peningkatan aset dan reposisi, dan menegaskan makin pentingnya keberlanjutan dalam membentuk permintaan perkantoran.
“Banyak perusahaan kini makin meninjau kembali bagaimana tempat kerja mendukung karyawan, tujuan organisasi, dan ambisi jangka panjang mereka,” katanya melalui keterangan dikutip Kamis (26/2/2026).
Seiring dengan bisnis menyeimbangkan antara biaya dan prioritas seperti kesejahteraan, produktivitas, kerja hibrida, keberlanjutan, dan akses menarik talenta, gedung bersertifikasi hijau telah menjadi pilihan yang penting.
Dengan biaya listrik yang terus meningkat, menempati gedung hemat energi memberikan penghematan listrik antara 20–40 persen bagi penyewa dibandingkan gedung konvensional.
“Efisiensi energi bukan lagi pilihan. Ini kebutuhan strategis bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya dan keberlanjutan,” ujat Zyotty Thamsil, Senior Manager–Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia.
Baca juga: Solusi Pengurangan Biaya Operasional Gedung dari Colliers
Gedung berkinerja tinggi umumnya menawarkan konsumsi listrik yang lebih rendah, kenyamanan termal yang lebih baik, kualitas lingkungan dalam ruang yang lebih sehat, serta pengurangan emisi karbon yang dapat diukur.
Dengan memilih berlokasi di gedung hijau berkinerja tinggi, penyewa dapat mencapai jalur pengurangan emisi yang terukur dan hemat biaya.
Tidak semua perusahaan berhasil mendapatkan ruang di gedung bersertifikasi hijau. Namun, penyewa di gedung non-sertifikasi tetap dapat menerapkan fit-out berorientasi keberlanjutan, guna mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kenyamanan pengguna.
Baca juga: Di Bisnis Properti Baru Perkantoran yang Gandrung Terapkan Konsep Hijau
Rahmat Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia, menyampaikan, organisasi yang mengoptimalkan ruang kerjanya melalui desain hijau dan fit-out yang efisien, tidak hanya untuk menurunkan biaya operasional, tapi juga memperkuat kredensial ESG mereka.
Insentif fit-out pun kini menjadi salah satu elemen penting dalam negosiasi sewa di pasar perkantoran Indonesia. Di tengah persaingan yang meningkat, pemilik gedung merespons dengan menawarkan insentif fit-out yang lebih luas untuk menarik dan mempertahankan penyewa.
“Dengan opsi pembiayaan fit-out yang fleksibel, perusahaan dapat mengelola pengeluaran secara lebih efektif, sekaligus menempati ruang kerja baru lebih cepat,” jelas Rahmat.
Baik melalui pemilihan gedung bersertifikasi hijau maupun penerapan fit-out berkelanjutan dalam aset non-sertifikasi, kunci keberhasilan terletak pada penerapan pendekatan strategis berbasis data.
Baca juga: Astra Property Segera Operasikan Gedung Perkantoran Ramah Lingkungan Ini
Colliers merekomendasikan penyewa mengadopsi strategi tempat kerja yang disesuaikan dan berbasis data, untuk mengevaluasi pola kerja, tingkat utilisasi, dan kebutuhan karyawan.
Dengan mendasarkan keputusan pada metrik ESG yang terukur dan wawasan organisasi yang nyata, bisnis dapat menciptakan solusi ruang kerja yang tangguh guna mendukung kinerja, ekuitas merek, dan pertumbuhan jangka panjang.