Hadirkan Full Banking Services, BTN Datangi Nasabah, Tidak Hanya Menunggu
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi bisnisnya, guna memperkuat layanan kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.
Menurut Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN 2025–2029 menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”.
Visi itu dijalankan melalui sejumlah corporate plan. Di antaranya memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan fokus pada customer experience yang lebih baik.
“Kami akan mengubah image, bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya,” kata Nyoman dalam talk show di acara Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Nyoman menyebut pentingnya memperkuat mesin pendanaan agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan. “Penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus kami perbaiki, guna memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan,” katanya.
BTN juga terus berupaya menghadirkan holistic banking proposition. Memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling. Jadi, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, tapi mulai bergerak menuju layanan beyond mortgage.
BTN ingin menawarkan layanan perbankan yang lebih lengkap, seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING), kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja.
“Ketika nasabah membeli rumah dengan KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lain. BTN mampu menyediakan beragam solusi keuangan lain tersebut,” jelas Nyoman.
Baca juga: Transformasi BTN Menjadi Beyond Mortgage
Pembaruan loan processing
Kunci menghadirkan full banking services yang mengutamakan customer experience, adalah perbaikan pada aspek layanan dan operasional. Salah satu langkahnya, adalah pembaruan loan processing menjadi lebih efisien, cepat, dan terstandar, dengan mesentralisir proses pengajuan dan pengelolaan kredit konsumer termasuk KPR.
Sebelumnya proses operasional kredit BTN dilakukan melalui 6 Regional Loan Processing Center (RLPC) di Cawang (Jakarta), Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar. Kelemahannya, standar proses antarwilayah tidak seragam, kontrol dan monitoring tidak terpusat, kapasitas dan produktivitas antarregional tidak merata.
Kini dengan loan factory, proses kredit disentralisasi di pusat, didukung proses digital yang meminimalisir intervensi manual. “Dengan loan factory, KPR diproses di satu sentral, didukung proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman.
Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang. Sepanjang 2025, BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta menata ulang (re-layout) 10 kantor cabang menjadi lebih modern dan nyaman.
Nyoman mengakui, selama ini citra kantor cabang BTN kaku dan birokratis. Kini BTN berupaya menghadirkan konsep cabang yang lebih modern dan ramah nasabah. Beberapa kantor cabang yang telah mengusung konsep baru tersebut antara lain di Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, hingga Central Park (semuanya di Jakarta).
Digital store
Secara bersamaan, perseroan juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store, di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
BTN Digital Store tidak hanya ada di kantor cabang, tapi kini juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial. Bahkan, di beberapa lokasi, BTN menggandeng merek kopi lokal untuk menghadirkan suasana layanan yang lebih santai. Saat ini 24 BTN Digital Store telah beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.
“Konsepnya outlet yang bisa melayani nasabah kapan saja melalui digital store, dengan tetap ada superstaff yang membantu nasabah. Dengan BTN Digital Store, bank tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor cabang, tapi hadir langsung di tempat masyarakat beraktivitas,” tutur Nyoman.
Baca juga: Bank BTN Gelar Pameran Gaya Hidup dan Bisnis Terpadu BTN Expo 2026
Records centre
Transformasi operasional BTN juga menyentuh pengelolaan dokumen kredit. Mengingat besarnya portofolio KPR yang dimiliki BTN, pengelolaan dokumen agunan menjadi aspek penting. Untuk itu, BTN membangun records center sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit yang lebih modern dan aman.
Saat ini records centre BTN sudah beroperasi di beberapa kota seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Jakarta (Gandul). Bangunannya dilengkapi sistem pengamanan dan teknologi pengelolaan dokumen yang canggih sesuai standar ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).
“Portofolio KPR BTN sangat besar, sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanannya tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” ungkap Nyoman.
Melalui berbagai langkah tersebut, BTN berharap dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat efisiensi operasional, dan berkembang menjadi bank yang tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, namun menyediakan solusi finansial yang lebih luas.