Minggu, Maret 15, 2026
HomeBankOCBC Paparkan 3 Implikasi Besar Konflik Timur Tengah untuk Bisnis dan Investasi

OCBC Paparkan 3 Implikasi Besar Konflik Timur Tengah untuk Bisnis dan Investasi

Perang di mana pun di bagian bumi ini akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung secara global. Krisis di timur tengah khususnya saling serang antara Iran dan Israel yang didukung penuh Amerikan telah menyebabkan berbagai dampak baik geopolitik maupun perekonomian global.

Bank OCBC melalui OCBC Wealth Management mengeluarkan analisis terkait dampak dari perang Iran-Israel-Amerika ini sebagaimana dikutip dari laman resminya pada Minggu (15/03). OCBC mengeluarkan analisisnya dengan tiga implikasi besar: risiko dan implikasi

Implikasi portofolio 1: Berdasarkan historis, dampak konflik Timur Tengah terhadap pasar global adalah harga minyak karena biaya energi merupakan hal kritis bagi perekonomian global. Secara historis, konflik yang melibatkan Iran selama beberapa tahun terakhir mengakibatkan lonjakan harga minyak dalam jangka pendek yang kemudian kembali mereda dan normal.

Saat ini, kami pun meyakini risiko guncangan harga minyak dapat terjadi dalam jangka pendek, terlepas dari keputusan OPEC untuk meningkatkan produksi sebesar 260 ribu barel per hari. Risiko utama yang merugikan bergantung pada apakah konflik tersebut mengarah pada blokade Selat Hormuz yang saat artikel ini dibuat, dilaporkan bahwa kantor semi-resmi Iran, Tasnim, telah mendeklarasikan penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz sehingga kapal pelayaran minyak yang transit melalui selat tersebut berbalik arah. Selat Hormuz adalah titik rawan transit minyak terpenting di dunia.

Baca juga: Menkeu: Ekonomi Indonesia dalam Posisi Kuat, Jangan Khawatir

Implikasi portofolio 2: Kami memperkirakan akan terjadi peralihan aset ke instrumen yang lebih aman seperti emas, Franc Swiss, Yen Jepang, Treasury AS (UST), dan Dolar AS. Kami melihat potensi kenaikan lebih lanjut untuk emas yang cenderung menjadi penerima manfaat utama dari guncangan geopolitik dan faktor pendukung yang berkelanjutan seperti permintaan dari bank sentral global serta perannya sebagai lindung nilai terhadap pembuatan kebijakan AS yang tidak menentu dan kekhawatiran keberlanjutan fiskal.

Meskipun UST berpeluang menguat dalam jangka pendek, kami tetap waspada terhadap volatilitas pergerakan imbal hasil akibat defisit yang memburuk untuk membiayai perang Iran sehingga akan membebani pergerakan Dolar AS dalam jangka panjang. Emas cenderung menguat akibat guncangan geopolitik.

Implikasi portofolio 3: Kami memperkirakan akan terjadi reaksi spontan dari para investor untuk menghindari risiko sehingga menyebabkan lonjakan volatilitas di pasar ekuitas. Namun terlepas dari guncangan minyak, sejarah menunjukkan bahwa peristiwa geopolitik biasanya tidak berdampak negatif pada harga ekuitas dalam waktu yang berkepanjangan.

Baca juga: Di Tengah Konflik Timur Tengah, KEK Greater Jakarta Bisa Jadi Alternatif Investasi

Jika terjadi reaksi berlebihan, investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah eksposur ekuitas. Kami tetap mempertahankan posisi Overweight pada ekuitas Asia di luar Jepang dalam strategi alokasi aset taktis kami, dengan posisi Neutral di AS, Eropa, dan Jepang. Sejarah mencatat konflik geopolitik memiliki dampak jangka pendek terhadap pasar ekuitas

Setiap investasi pada pasar modal tentunya mengandung risiko. Perlu diingat, bahwa meskipun pandangan ini mencerminkan analisa terbaik kami terkait peluang pasar, dalam menentukan strategi investasi pribadi tetap harus selaras dengan tujuan dan profil risiko.

Berita Terkait

Ekonomi

Hadirkan Full Banking Services, BTN Datangi Nasabah, Tidak Hanya Menunggu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi...

DPR Tetapkan 5 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Jadi Ketua

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menetapkan lima...

Transformasi BTN Menjadi Beyond Mortgage

Bank Tabungan Negara (BTN) terus melakukan transformasi, bukan hanya...

Berita Terkini