Rabu, Maret 18, 2026
HomeGaya HidupAksesoris4 Hari Pameran Furnitur IFEX Catat Transaksi 300 Juta Dollar

4 Hari Pameran Furnitur IFEX Catat Transaksi 300 Juta Dollar

Pameran furnitur dan kerajinan business-to-business (B2B) Indonesia International Furniture Expo (IFEX), resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari. Diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo pada 5-8 Maret 2026 di ICE BSD City, pameran IFEX menjadi ajang strategis bagi pelaku industri furnitur dan kerajinan nasional untuk memperluas pasar ekspor serta memperkenalkan inovasi desain dan produk unggulan Indonesia kepada dunia.

Selama empat hari pameran, IFEX kembali menunjukkan antusiasme pasar global terhadap produk-produk furnitur unggulan dari para pelaku industri di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah kehadiran buyers dan visitor yang tercatat mencapai 13.437 orang serta mencatatkan nilai transaksi on-the-spot sebesar 300 juta dollar Amerika.

Capaian ini memperkuat posisi IFEX sebagai salah satu pameran furnitur terbesar di Asia Tenggara sekaligus platform perdagangan global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara.

“IFEX terus berkembang menjadi platform bisnis global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan buyers internasional. Antusiasme pengunjung dan capaian transaksi tahun ini menunjukkan bahwa furnitur Indonesia memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujar Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dikutip dari siaran pers Senin (16/03).

Baca juga: Pameran Furnitur IFEX Dibuka, Targetkan Ekspor 6 Miliar Dollar

Penyelenggaraan IFEX tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Melalui pameran ini, produsen lokal mulai dari perusahaan besar hingga pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan volume ekspor, serta memperkenalkan kekayaan desain dan craftsmanship Indonesia kepada pasar global.

Selain mendorong pertumbuhan industri furnitur, IFEX juga memberikan multiplier effect bagi sektor lain seperti logistik, perhotelan, transportasi, dan lain-lain. Lebih dari sekadar pameran dagang, IFEX telah berkembang menjadi platform business networking global bagi pelaku industri furnitur dan kerajinan.

“Pameran ini menjadi ruang strategis bagi produsen, buyers, desainer, dan pelaku bisnis untuk bertemu secara langsung, menjalin kemitraan baru, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi bisnis,” imbuh Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.

Dari catatan panitia, China tercatat sebagai negara dengan jumlah buyers terbanyak yang hadir di IFEX 2026. Selanjutnya diikuti oleh Uni Eropa, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Total terdapat 86 negara asal buyers yang datang ke IFEX 2026.

Menariknya, minat dari pasar domestik juga menunjukkan tren yang semakin positif pada penyelenggaraan tahun ini. Sejumlah exhibitor melaporkan telah memperoleh kesepakatan untuk berbagai proyek lokal khususnya di sektor properti seperti hunian sewa jangka pendek dan konsep akomodasi sejenis.

Baca juga: Inovasi dan Komitmen Keberlanjutan Jadi Tema Besar IFEX 2026

Produk dengan material alami seperti batu, kayu solid, dan serat menjadi salah satu yang paling diminati. Hal ini sejalan dengan meningkatnya preferensi para pemilik properti terhadap konsep wellness living yang menghadirkan suasana tenang, nyaman, dan dekat dengan alam dalam ruang hunian.

IFEX diharapkan akan terus menjadi platform utama yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan pasar dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri furnitur global. Interaksi aktif antara peserta pameran dan buyers internasional selama empat hari penyelenggaraan turut membuka berbagai peluang kolaborasi baru sekaligus memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk furnitur Indonesia.

Berita Terkait

Ekonomi

Kinerja Bank BJB Solid Dengan Total Aset Capai Lebih Rp221 Triliun

Kinerja keuangan bank bjb sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan...

Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari

Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi...

Presiden: Pemerintah Berupaya Menjaga Defisit APBN Tidak Bertambah

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran kabinetnya agar mewaspadai dinamika...

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menurun

Pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan arus mudik dan balik Idulfitri...

Berita Terkini