Rabu, Maret 18, 2026
HomeApartmentAHY Dukung Pengembangan Kawasan TOD di Berbagai Stasiun KAI

AHY Dukung Pengembangan Kawasan TOD di Berbagai Stasiun KAI

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung pengembangan hunian terintegrasi berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan stasiun sebagai bagian dari upaya mempercepat program 3 juta rumah untuk rakyat yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi housing backlog sekaligus menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pembangunan perumahan juga memiliki dampak luas bagi perekonomian karena mampu menggerakkan berbagai sektor industri yang berkaitan dengan pembangunan perumahan.

“Program pembangunan 3 juta rumah merupakan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi housing backlog di mana masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri atau tinggal di hunian yang kurang layak,” ujar AHY dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Rabu (18/03).

Pengembangan hunian vertikal berbasis TOD menjadi solusi bagi kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan serta tingkat kepadatan tinggi. Dengan pendekatan ini, kawasan hunian dapat terintegrasi langsung dengan transportasi publik sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.

Pengembangan hunian terintegrasi juga harus dilaksanakan secara simultan di beberapa kota besar, yakni di kawasan Stasiun Manggarai Jakarta, Stasiun Kiaracondong Bandung, kawasan Dr. Kariadi Semarang, serta kawasan Lapangan Mendut Surabaya. Pemanfaatan kawasan stasiun dipandang strategis karena berada dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan memiliki konektivitas transportasi yang baik.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pengelola aset perkeretaapian mendukung pengembangan kawasan hunian berbasis TOD melalui optimalisasi pemanfaatan lahan yang terhubung langsung dengan sistem transportasi publik. KAI juga merupakan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia yang berperan memperkuat pengelolaan investasi dan aset BUMN dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Baca juga: Mahata Margonda, Terkoneksi dengan Semua Fasilitas Publik

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, KAI mengelola lebih dari 327 juta meter persegi lahan perkeretaapian yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan kawasan berbasis transportasi.

“Pemanfaatan kawasan berbasis Transit Oriented Development memungkinkan pengembangan hunian, fasilitas komersial, serta konektivitas transportasi dalam satu kawasan yang terintegrasi. Di wilayah Jabodetabek saja kawasan di sekitar stasiun memiliki potensi pembangunan sekitar 131 ribu unit hunian yang terhubung langsung dengan jaringan transportasi publik,” bebernya.

Salah satu contoh pengembangan tersebut adalah proyek Rusun MBR Manggarai yang berlokasi di Jalan Manggarai Utara I dan Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 2,1 ha yang terdiri dari Blok G seluas sekitar 6.925 m2 dan Blok F sekitar 15.014 m2.

Pengembangan hunian tersebut akan dilaksanakan oleh KAI Properti, anak usaha KAI yang bergerak di bidang pengembangan properti dan pengelolaan kawasan berbasis transportasi. Bangunan direncanakan memiliki 12 lantai dengan lantai pertama dan kedua difungsikan sebagai area ritel dan kios untuk mendukung aktivitas ekonomi kawasan.

Baca juga: Perumnas Bangun 6 Tower Apartemen di Pulo Gebang, 20 Persennya Unit Bersubsidi

Pembangunan Rusun MBR Manggarai akan dilaksanakan secara bertahap. Blok G dijadwalkan mulai dibangun pada Agustus 2026 sedangkan Blok F direncanakan mulai pada Oktober 2026, dengan estimasi durasi konstruksi sekitar 10 hingga 15 bulan. Serah terima unit diperkirakan berlangsung pada Mei-Agustus 2027 untuk Blok G serta Desember 2027 hingga Februari 2028 untuk Blok F.

“PT KAI memiliki aset lahan yang sangat strategis di berbagai kota besar. Jika dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan hunian berbasis transportasi publik, langkah ini tidak hanya menghadirkan solusi perumahan tetapi juga menggerakkan roda ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan,” pungkas AHY.

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin Paparkan 3 Hal Supaya Ekonomi Bertahan di Tengah Konflik Timur Tengah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta menggelar...

Rupiah Tembus Rp17.000, BI Belum Berani Turunkan BI Rate

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam...

Kinerja Bank BJB Solid Dengan Total Aset Capai Lebih Rp221 Triliun

Kinerja keuangan bank bjb sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan...

Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari

Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi...

Berita Terkini