HousingEstate, Jakarta - Perumnas dua tahun terakhir fokus pengembangan proyek hunian di kawasan stasiun kereta komuter bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), terutama di jalur KRL Jabodetabek. Salah satu proyeknya Mahata Margonda (2,7 ha/2 menara/25 lantai/460 unit dan 438 unit) di Kota Depok, di jalur KRL Bogor-DepokJakarta. Mahata Margonda dibangun terintegrasi dengan stasiun Pondok Cina, Jalan Margonda Raya, di belakang kampus D Universitas Gunadarma dan jajaran pertokoan di jalan protokol Kota Depok itu.

Ivan Resaprianto, Project Manager Mahata Margonda

Tower 2 proyek hanya menawarkan unit anami (apartemen sederhana milik) nonsubsidi, tower 1 menyediakan unit anami dan rusunami (rumah susun sederhana milik bersubsidi). Tipe studio 23-25 m2 nonsubsidi dibandrol seharga mulai dari Rp520 juta. Naik dibanding saat diluncurkan dua tahun lalu yang baru Rp450 juta. Penjualan tower satu sudah 90 persen, tower dua sekitar 40 persen. Progress pembangunan sejak dimulai September 2018 sudah mencapai lantai sembilan dengan proyeksi selesai semester dua 2020 dan serah terima unit mulai 2021.

Ivan Resaprianto, Project Manager Mahata Margonda, menyatakan, proyek dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD). Selain terintegrasi stasiun KRL, Mahata Margonda juga mudah diakses dengan kendaraan darat karena bus dan angkutan kota dari berbagai jurusan melintas Jl Margonda termasuk Transjakarta jurusan Depok-Lebak Bulus (Jakarta Selatan) dan Depok-Cawang (Jakarta Timur). Lokasinya juga dekat gerbang tol Margonda 2 di ruas tol JORR 2 CinereJagorawi (Cijago). “Jadi, Mahata Margonda sangat strategis, moda transportasinya komplit, dan aksesnya mudah,” ujarnya.

Apartemen juga dikembangkan dengan konsep one stop living. Di podiumnya disediakan sejumlah fasilitas: area parkir, komersial, dan kuliner (F&B). Di atap podium (roof top) terdapat amphitheatre, kids poll, dan ruang terbuka tematik. Dua tower apartemen dibangun di atas podium. Jadi, penghuni yang mencari makan dan kebutuhan lain atau kongkow di kafe, juga mau menumpang KRL, tinggal turun dari huniannya. Akses penghuni menuju stasiun juga melalui bangunan podium. Ada juga area komunal untuk tempat berkumpul dan berkegiatan penghuni di sisi selatan di sebelah tower dua.

Perumnas juga membangun skybridge melintang di atas stasiun dari apartemen ke kawasan kampus UI. Dengan skybridge itu apartemen punya dua akses langsung: dari kampus UI di Jl Prof Dr Bahder Djohan dan Jl Raya Margonda. Pembangunan skybridge akan dimulai sekitar Maret 2020. Jembatan itu untuk memudahkan mahasiswa UI yang ingin tinggal di apartemen. Mereka potensial buyer baik sebagai pembeli atau penyewa. Lokasi apartemen dekat dengan RSUI, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan FMIPA.

Menuju berbagai fasilitas publik di luar apartemen juga tidak perlu berkendara. Mal, rumah sakit, pusat perdagangan, kafe, dan resto tersedia lengkap di Jl Margonda yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Dengan beragam keunggulan itu, tidak berlebihan Mahata Margonda disebut memiliki connectivity all around. “Kereta, Transjakarta, jalan tol, fasilitas, dan kampus terkoneksi secara langsung,” kata Ivan. Karena itu Housing Estate Green Property Awards 2019 mengganjarnya dengan penghargaan kategori green transportation.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate