Menteri PKP Minta Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra Dipercepat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Bencana Nasional Tito Karnavian, meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir Sumatra di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (26/2026).
Dalam peninjauan itu, keduanya menekankan pentingnya percepatan pembangunan rumah tersebut tanpa mengabaikan kualitas bangunannya, karena masyarakat terdampak banjir dan longsor pada akhir November 2025 itu telah lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak dan aman.
Pemerintah daerah dan kontraktor diminta meningkatkan pengawasan dan memperbaiki kinerja, agar proses pembangunan rumah berjalan sesuai target.
Pembangunan hunian tetap bagi korban banjir di Tapanuli Utara, dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
“Kami ingin pembangunan hunian tetapini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak,” kata Menteri Maruarar sebagaimana dikutip keterangan Kementerian PKP.
Sebagai bentuk percepatan, pemerintah menetapkan target penyelesaian pembangunan huntap di Tapanuli Utara dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 68 rumah ditargetkan selesai pada 5 Mei 2026 dan langsung dilakukan serah terima kunci kepada penerima manfaat. Tahap kedua 35 rumah ditargetkan rampung pada 30 Juni 2026.
Baca juga: Ara dan Aguan Ground Breaking Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir di Sumut
Mendagri Tito Karnavian meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara lebih serius dalam mengawal pembangunan huntap bagi korban banjir di daerahnya. Untuk itu ia menekankan pentingnya koordinasi pemerintah daerah dengan kontraktor agar tidak terjadi hambatan dan keterlambatan pekerjaan di lapangan.