Saldo e-Toll Kurang dan Antrian di Rest Area, Memicu Kemacetan di Jalan Tol Selama Mudik Lebaran
Sebagian besar pemudik di setiap Lebaran, menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik. Untuk kendaraan roda empat, hampir semua pemudik menggunakan jalan tol. Karena itu jalan tol selalu dipadati kendaraan selama rus mudik dan arus balik Lebaran, tak terkecuali Lebaran tahun ini, yang membuat arus lalu lintas di jalan tol tersendat atau bahkan macet.
Selain padatnya jumlah kendaraan, kemacetan di jalan tol juga dipicu perilaku pengendara. Salah satunya tidak memastikan kecukupan saldo e-Toll sebelum memasuki jalan tol. Akibatnya, pengendara harus melakukan top up saldo e-Toll di gerbang tol yang memicu antrian kendaraan.
Selama arus mudik 11-22 Maret 2026, operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk misalnya, mencatat 21 ribu kendaraan alami saldo e-Toll kurang di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung di jalan tol Batang-Semarang, dan melalukan top up e-Toll di gerbang tersebut.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyatakan, jumlah tersebut merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode tersebut.
“Saldo e-Toll kurang membuat tingginya aktivitas top up di gerbang tol, yang selanjutnya mengakibatkan waktu penundaan (perjalanan) yang cukup signifikan dan antrean di gerbang tol,” kata Rivan dikutip dari keterangan Jasa Marga, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: 42 Persen Pemudik Belum Balik ke Jakarta, Tapi Operasi Ketupat Sudah Ditutup, Diganti KRYD
Kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Karena itu Jasa Marga mengimbau pengguna jalan memastikan kecukupan saldo e-Toll sebelum memasuki jalan tol saat arus balik, guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalan tol.
Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna kendaraan Golongan I diimbau menyiapkan saldo e-Toll minimal Rp500.000. Sedangkan bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo e-Toll minimal Rp1.000.000.
Proses top up di gerbang tol terjadi pada ribuan kendaraan yang melintas di GT Cikampek Utama, akan merugikan pengguna jalan, karena waktu perjalanan terbuang hanya untuk menunggu top up selesai. Karena itu Jasa Marga kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan, agar secara berkala mengecek kecukupan saldo e-Toll demi kelancaran perjalanan arus balik.
Pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-Toll melalui aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, dan fasilitas top up di rest area.
Rivan juga kembali mengingatkan pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak), bahwa kartu e-Toll yang digunakan saat tap in wajib sama dengan yang dipakai saat tap out.
“Jadi, pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik pengendara lain bila saldo e-Toll-nya tidak mencukupi,” ujarnya.

Rest area
Selain saldo e-Toll kurang, antrian di rest area jalan tol juga menjadi penyebab lain kemacetan lalu lintas di jalan tol selama mudik Lebaran.
Banyak pengendara berlama-lama di rest area, sehingga pengendara lain tidak dapat memasuki rest area yang penuh, yang memicu antrian panjang memasuki rest area dan selanjutnya membuat kemacetan di jalan tol.
Baca juga: Ini Rest Area yang Banyak Disinggahi Pemudik
Karena itu Riva juga mengimbau pengendara menggunakan waktu dengan bijak, dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain.
Antrian di rest area itu juga disebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebagai pemicu kepadatan lalu lintas saat arus balik di jalan tol Trans Jawa.
Menhub menyatakan hal itu dalam konferensi pers bersama Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di Command Center KM 29 Korlantas Polri Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).
Karena itu Menhub dan Kepala Korlantas Polri harus memberlakukan rekayasa lalu lintas one way dari KM 132 hingga KM 70 jalan tol Trans Jawa.
“Kondisi lalu lintas di lapangan saat ini sebenarnya sesuai prediksi, tidak terlalu tinggi. Namun, ada hambatan di beberapa ruas khususnya di sejumlah rest area sehingga terjadi kepadatan dan kita harus memberlakukan one way sepenggal dari KM 132 hingga KM 70,” kata Menhub Dudy dikutip dari keterangan Kemenhub.
Baca juga: Bank Jakarta Buka Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang
Menhub Dudy menjelaskan, pihaknya terus memantau situasi lalu lintas secara konsisten usai diberlakukannya one way tahap pertama.
Bila terjadi peningkatan volume kendaraan, maka atas diskresi pihak Kepolisian, one way lokal tahap dua dari KM 169 sampai KM 70, dan tahap tiga dari KM 188 sampai KM 70, akan diberlakukan.
Data Jasa Marga mengungkapkan, jumlah kendaraan yang memasuki wilayah Jakarta hingga Jumat (27/3/2026) pukul 6 pagi, telah mencapai 2,3 juta unit atau 69 persen dari total proyeksi.