120 Unit Hunian Tetap Pertama untuk Korban Banjir Sumatra Diserahterimakan
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan serah terima kunci 120 unit hunian tetap (huntap) pertama untuk korban banjir Sumatra di Tapanuli Selatan, Jumat (27/3/2026).
Huntap tersebut dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), ditambah dana pribadi Menteri PKP Maruarar Sirait.
Serah terima kunci huntap itu dilakukan Menteri PKP, didampingi Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta Bupati Tapanuli Selatan H Gus Irawan Pasaribu dan jajarannya, serta pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi.
Total ada 2.603 unit huntap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi untuk korban banjir di 3 provinsi di Sumatra (Aceh, Sumut dan Sumbar) sejak akhir tahun lalu.
Menteri Maruarar menyatakan, Kementerian PKP berkomitmen memastikan pembangunan huntap bagi korban banjir Sumatra selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga masyarakat dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman.
“Pembangunan hunian tetap ini kami percepat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Maruarar dikutip keterangan Kementerian PKP, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Menteri PKP Minta Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra Dipercepat
Menteri Tito menambahkan, pembangunan hunian tetap di Tapanuli Selatan menjadi salah satu yang tercepat dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.
“Ini termasuk gotong royong tercepat dalam penanganan pascabencana. Prosesnya sangat cepat karena koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terkait,” ujar Tito.

Percepatan pembangunan hunian tetap itu juga tidak terlepas dari kecepatan Pemda Tapanuli Selatan dalam menyiapkan data korban berbasis nama dan alamat (by name by address), yang kemudian diverifikasi di lapangan oleh BPS.
“Proses ini menjadi dasar penting dalam pelaksanaan pembangunan hunian tetap, serta penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatra,” jelas mantan Kapolri itu.
Baca juga: Ara dan Aguan Ground Breaking Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir di Sumut
Selain huntap, pemerintah juga memberikan berbagai dukungan bagi masyarakat selama masa pemulihan. Antara lain Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp1,8 juta selama 3 bulan, bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Kemensos Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan rumah tangga Rp3 juta, dan dukungan stimulan ekonomi Rp5 juta.
Keberhasilan percepatan pembangunan huntap di Tapanuli Selatan diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatra yang juga terdampak bencana banjir, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan masyarakat bisa segera kembali menjalani kehidupan secara normal.