27 Kabupaten-Kota di Jawa Barat Dapat Program BSPS, Rp20 Juta/Rumah
Untuk terus mendorong peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi daerah, bank bjb kembali melakukan perluasan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah termasuk di sektor perumahan dan permukiman.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Satker PKP) Provinsi Jawa Barat Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II dengan bank bjb terkait penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh PPK Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Nadya Rahmarani Akbar dan Pemimpin Divisi Dana & Jasa Konsumer bank bjb Maman Rukmana. Turut hadir menyaksikan Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini beserta jajaran, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II Mochamad Mulya Permana, Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Barat Praditya, PPK Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Nadya Rahmarani Akbar.
Menurut Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini, kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat terlebih program BSPS merupakan salah satu instrumen dalam membantu MBR untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya melalui pendekatan gotong royong.
“Program ini memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sehat, dan aman. Kami sebagai bank pembangunan daerah memiliki tanggung jawab untuk ikut mendukung program strategis pemerintah sebagai bank penyalur dana BSPS tahun 2026,” ujarnya dikutip dari siaran pers Selasa (31/03).
Komitmen penyaluran dana BSPS juga telah ditunjukkan dengan pengalaman bank bjb menyalurkan anggaran program ini sejak tahun 2017. Pengalaman itu juga untuk memastikan penyaluran dana dilakukan dengan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Baca juga: KDM Bikin Aplikasi Bedah Rumah, MBR Bisa Langsung Sampaikan Permohonan Bantuan
Untuk tahun anggaran 2026, bank bjb dialokasikan untuk menyalurkan dana BSPS sebesar 35.000 unit rumah tidak layak huni di Jawa Barat. setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta hingga total nilai penyaluran dana mencapai sekitar Rp700 miliar.
Selanjutanya penyaluran program ini akan dilaksanakan di 27 kabupaten dan kota seluruh provinsi Jawa Barat. Durasi pelaksanaan program ditargetkan berlangsung selama empat bulan mulai April hingga Agustus 2026.
Skemanya dilakukan dengan penarikan tunai yang digunakan untuk pembayaran upah tukang. Skema kedua dilakukan melalui mekanisme pemindahbukuan langsung ke toko material untuk pembelian bahan bangunan.
Untuk mendukung proses penyaluran, bank bjb menyediakan produk Tabungan bjb Tandamata Khusus sebagai rekening penerima bantuan. Produk ini memiliki berbagai kemudahan antara lain bebas setoran awal, bebas biaya administrasi, tanpa saldo mengendap, serta tidak dikenakan pendapatan bunga.
Kolaborasi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat daerah. bank bjb terus berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi keuangan yang inovatif. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Biaya Gentengisasi pada Program Bedah Rumah Rp2-3 Juta/Rumah
Melalui peran aktif dalam program BSPS, bank bjb turut berkontribusi dalam mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat. Ke depan, bank bjb akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses masyarakat terhadap properti yang layak.
“Kami berharap pelaksanaan kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal. bank bjb siap untuk terus berkolaborasi dan berinovasi dalam mendukung berbagai program pembangunan khususnya di sektor perumahan,” pungkas Nunung.