Jumat, April 3, 2026
HomeNewsEkonomiNeraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Ateng Hartono melaporkan di Jakarta, Rabu (1/4/2026), selama Januari-Februari 2026 nilai ekspor Indonesia mencapai USD44,32 miliar, naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Penyumbangnya adalah peningkatan nilai ekspor nonmigas sebesar 2,82 persen menjadi USD42,35 miliar.

Sedangkan selama Februari 2026 saja, ekspor mencapai USD22,17 miliar, naik 1,01 persen dibanding Februari 2025. Disumbang ekspor nonmigas yang naik 1,3 persen menjadi USD21,09 miliar.

Kinerja ekspor nonmigas itu, terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati, serta ekspor produk manufaktur seperti kendaraan dan bagiannya serta berbagai produk kimia.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Sementara nilai impor Indonesia selama Januari–Februari 2026 mencapai USD42,09 miliar, meningkat 14,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan nilai impor nonmigas naik 17,49 persen menjadi USD36,93 miliar.

Sedangkan selama Februari 2026 saja, nilai impor mencapai USD20,89 miliar, naik 10,85 persen dibandingkan Februari 2025, dengan impor nonmigas naik 18,24 persen menjadi USD18,90 miliar.

Dengan total ekspor dan impor itu, neraca perdagangan Indonesia Januari–Februari 2026 mengalami surplus USD2,23 miliar.

Yaitu, dari dari surplus sektor nonmigas USD5,42 miliar, dikurangi defisit sektor migas senilai USD3,19 miliar.

Baca juga: Neraca Dagang RI Januari Masih Surplus Kendati Menciut

Sedangkan selama Februari 2026 saja, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD1,27 miliar. Meningkat dibandingkan surplus Januari 2026 sebesar USD0,95 miliar, kendati masih jauh di bawah surplus Desember 2025 senilai USD2,51 miliar.

Dengan surplus Februari itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan tanpa putus sejak Mei 2020.

Bank Indonesia dalam keterangannya pada hari yang sama menyatakan, surplus neraca perdagangan itu positif menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain, guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tulis keterangan Bank Indonesia.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini