Potensi Pengembangan Rusun di Lahan KAI Jabodetabek Mencapai 131.000 Unit
Peninjauan Presiden Prabowo Subianto di permukiman kumuh di bantaran rel sekitar Stasiun Pasarsenen, Jakarta Pusat, akhir Maret lalu menjadi awal percepatan penataan kawasan di sekitar jalur rel kereta.
Dalam rapat dengan menteri terkait serta Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Dirut Perum Perumnas, beberapa jam pasca blusukan mendadak itu, Presiden menginstruksikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menginventarisi warga penghuni bantaran rel itu.
Dimulai dari kawasan Pasarsenen, dan diperluas ke seluruh jalur kereta yang dikelola KAI dengan kondisi serupa, sebagai dasar penataan kawasan selanjutnya.
Presiden juga menekankan perlunya penyiapan solusi hunian yang terstruktur bagi warga bantaran rel itu, melalui kolaborasi KAI dengan kementerian terkait, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Baca juga: Presiden Janjikan Rusun Bagi Warga Pinggiran Rel Kereta Api
Direksi KAI menindaklanjuti instruksi Presiden tersebut, melalui pengamanan area sekitar rel serta inventarisasi kawasan dan warga penghuni bantaran rel sebagai bagian dari proses penataan.
“KAI mendukung instruksi Presiden melalui inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel dan pengamanan area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, dan dengan kementerian lainnya untuk langkah jangka panjang,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melalui keterangan baru-baru ini.
Untuk kawasan Pasarsenen, KAI akan melakukan pengecekan dan kajian lanjutan sebagai tahap awal, yang kemudian diperluas ke titik lainnya di sepanjang jalur kereta api.
Penataan kawasan bantaran rel diarahkan untuk menghadirkan hunian yang layak, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di sekitar jalur rel.
Baca juga: Presiden “Gercep”, Perintahkan Menteri PKP Segera Bangun Rusun bagi Warga Pinggir Rel Kereta
Selain itu penataan akan dilakukan lebih terstruktur, dengan hunian yang dikembangkan terhubung dengan pusat ekonomi, ditambah penguatan akses terhadap peluang ekonomi di sekitar jalur rel.
“Penataan permukiman di sekitar jalur rel, menjadi bagian penting untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Bobby.
KAI mengelola lebih dari 327 juta meter persegi lahan perkeretaapian, yang berpotensi mendukung pengembangan hunian terutama berupa rumah susun (rusun).
Di lahan KAI di Jabodetabek sebagai wilayah terpadat, potensi pengembangan rusun itu mencapai sekitar 131 ribu unit hunian di sekitar simpul-simpul transportasi kereta.
Baca juga: Rusun bagi Warga Pinggir Rel Kereta di Senen Mulai Dibangun Mei 2026
Bobby menyebutkan, KAI menindaklanjuti instruksi Presiden itu melalui tiga langkah utama. Yaitu, inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel, pengamanan area perkeretaapian, serta kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek dan dengan pihak lainnya untuk langkah jangka panjang dalam pengembangan hunian yang layak sekaligus peningkatan taraf hidup masyarakat.