Kamis, April 2, 2026
HomeNewsEkonomiMeningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena faktor musiman pasca Ramadan dan Idul Fitri maupun akibat tekanan global, juga menurunkan optimisme pelaku industri terhadap kondisi usahanya ke depan.

Tercermin dari hasil survei Indeks Keparcayaan Industri (IKI) Maret 2026 yang dirilis Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Selasa (31/3/2026).

“Proporsi industri (yang disurvei) yang menyatakan kondisi usahanya membaik pada Maret 2026 menurun 3,1 persen menjadi 30,2 persen. Sedangkan yang menyatakan kondisi bisnisnya menurun naik 3,9 persen menjadi 26,3 persen, dan yang menjawab kondisi usahanya stabil 43,5 persen,” kata Jubir Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief.

Baca juga: Pesanan dan Produksi Menurun, Stok Barang Meningkat, Kepercayaan Industri Melorot

Tekanan terhadap manufaktur RI pada Maret 2026, juga tercermin dari ekspektasi pelaku industri terhadap kondisi usahanya ke depan.

Secara umum sebagian besar pelaku industri (71,8 persen) masih optimis dengan prospek usahanya dalam 6 bulan ke depan, namun pada Maret 2026 proporsinya melambat 1,7 persen dibanding Februari 2026.

“Keyakinan mayoritas pelaku usaha ini didasarkan pada beberapa faktor. Antara lain kondisi ekonomi makro dalam negeri, juga kebijakan pemerintah yang terlihat cukup konsisten mendukung iklim produksi dan iklim usaha yang lebih kondusif,” ujar Febri.

Begitu juga proporsi pelaku industri yang menyatakan prospek bisnisnya ke depan akan stabil, turun 1,2 persen menjadi 21,4 persen pada Maret 2026.

Baca juga: Permintaan Domestik Meningkat, Pelaku Industri Jadi Lebih Optimis

Sebaliknya, persentase pelaku industri yang pesimis terhadap prospek usahanya dalam 6 bulan ke depan, naik 2,9 persen menjadi 6,8 persen.

“Angka pesimisme pada Maret 2026 ini jauh lebih tinggi dari angka pesimisme Februari 2026 sebesar 3,9 persen, dan juga lebih tinggi dari angka pesimisme Maret 2025 sebesar 6,3 persen,” tutup Jubir Kemenperin.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Tekanan Global, Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif Kendati Mengendur

S&P Global mencatat, industri pengolahan atau manufaktur Indonesia masih...

Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan...

Berita Terkini