Komisioner Tapera: Demand Rumah Subsidi Tinggi, Tapi Suplai Kurang
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho, optimis target pembangunan 350.000 rumah subsidi tahun ini tercapai.
Optimisme itu disampaikan Heru dalam kegiatan akad kredit massal dan launching perumahan subsidi Pesona Kahuripan 12 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/4/2026).
Prosesi peluncuran Pesona Kahuripan 12 melalui pemotongan pita oleh para undangan itu, disertai survei serentak terhadap 1.000 calon peserta (konsumen?) acara tersebut.
Selain Komisioner Heru, acara juga dihadiri perwakilan kementerian, kepala daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor perumahan, termasuk perbankan dan asosiasi pengembang.
Menurut Heru, optimismenya didasari oleh tingginya minat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap rumah subsidi. Terlihat antara lain dari 1.000 calon peserta yang mengikuti kegiatan di atas.
Sayangnya, demand MBR yang tinggi itu tidak diimbangi sisi suplai berupa pengembangan perumahan subsidi oleh developer. “Berdasarkan data SiKasep (aplikasi pemesanan rumah subsidi), saat ini sisi supply belum sepenuhnya mampu mengimbangi demand,” kata Komsiioner Heru melalui keterangan, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Rumah Subsidi Puri Harmoni Kertamukti Bekasi, Laris Manis 1.200 Unit!
Karena itu, kolaborasi seluruh stakeholder perumahan disebut Heru menjadi kunci utama dalam mengatasi ketimpangan antara sisi permintaan dan pasokan tersebut. “Dengan sinergi seluruh pihak terkait, kami optimistis target 350.000 unit rumah subsidi tahun ini dapat tercapai,” ujarnya.
Apalagi, kini Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi makin inklusif. Bisa diakses bukan hanya oleh MBR berpenghasilan tetap (pegawai institusi formal), tapi juga mulai menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pekerja informal seperti asisten rumah tangga.
Supaya kian mudah diakses berbagai kelompok MBR, BP Tapera tengah menyiapkan skema KPR subsidi FLPP dengan tenor hingga 30 tahun, dari saat ini maksimal 20 tahun. Dengan tenor lebih lama, cicilan kredit menjadi lebih ringan.
Pihak perbankan seperti Bank BTN melalui Direktur Konsumer Hirwandi Gaffar, menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung program perumahan nasional. Ia juga mendorong pengembangan sistem housing queue (antrian calon pembeli rumah subsidi di aplikasi digital Tapera), guna meningkatkan efisiensi distribusi pembiayaan perumahan.
Baca juga: Kuota FLPP Meningkat, Tapi Pengembang yang Bangun Rumah Subsidi Merosot
Sementara Bupati Majalengka Erman Suherman, mengungkapkan kontribusi daerahnya dalam penyediaan material bangunan, terutama genteng yang kini telah menjadi standar dalam pembangunan rumah subsidi.
Pada kesempatan itu, BP Tapera mengapresiasi kualitas bangunan rumah subsidi di Pesona Kahuripan yang konsisten, yang dibuktikan melalui pengembangan hingga 17 kawasan perumahan dalam satu area besar.