Selasa, April 14, 2026
HomeBerita PropertiKondisi Ekonomi Tak Pasti, James Riady Ajak Pengusaha Kembangkan Pasar Domestik

Kondisi Ekonomi Tak Pasti, James Riady Ajak Pengusaha Kembangkan Pasar Domestik

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menyoroti terkait situasi perekonomian khususnya dengan konflik perang Iran-Israel-Amerika. Menurut Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, dinamika global yang kian tidak menentu menuntut dunia usaha untuk lebih adaptif.

“Kita selalu menghadapi berbagai gejolak yang makin hari makin lebih sering. Ini sudah menjjadi suatu hal yang the new normal atau normal baru dan kita harus belajar bagaimana pintar untuk merespon dan pintar untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang ada,” ujarnya saat bicara di Economic & Diplomacy Breakfast Meeting Kadin di Jakarta akhir pekan lalu.

James merinci, di tengah tantangan jangka pendek, prospek Indonesia dalam jangka menengah dan panjang tetap sangat kuat terutama dalam konteks pergeseran pusat ekonomi global dari Atlantik ke Pasifik. Pasifik sendiri berarti Amerika, China, dan juga Indonesia.

Baca juga: James: Meikarta Tidak Mangkrak, Tapi Ditinggalkan Investor China, Lippo yang Cuci Piring

Menurutnya, posisi geografis Indonesia menjadi keunggulan strategis dalam perdagangan internasional terlebih Indonesia memiliki lokasi geografis yang luar biasa. Bentangan dari barat sampai timur bila naik pesawat membutuhkan waktu mencapai tujuh jam dan perdagangan internasional banyak yang harus melalui Indonesia.

Kendati kondisi global dalam jangka pendek masih fluktuatif, langkah pemerintah dinilai cukup tepat dalam menjaga stabilitas. Untuk itu perlu dilihat kondisi Indonesia dalam jangka panjang dan jangka menengah yang masih bagus. Sementara jangka pendek harus terus dipantau perkembangan di dunia seperti apa dan harus bisa menyesuaikan diri dengan mengambil sikap untuk menstabilkan situasi yang ada.

Terkait kemampuan adaptasi pelaku usaha di tengah dinamika global yang terus berkembang, James menekankan kemampuan perusahaan untuk merespon situasi global secara dinamis. Tekanan global seperti inflasi dan kenaikan suku bunga juga menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan dan karenanya harus disikapi dengan strategi yang baik.

“Inflasi di dunia itu sudah pasti dan suku bunga rendah pasti menjadi sulit. Dalam situasi tersbut dunia usaha harus mengoptimalkan sektor yang lebih tahan terhadap gejolak terutama mengutamakan pasar domestik. Karena itu kita harus mencari berbagai peluang yang anti-inflasi, anti-siklikal, dan itu pasar domestic yang harus dikembangkan,” bebernya.

Baca juga: James Riady: Berhenti Mengeluh, Ayo Bangkit Sama-Sama

Sejumlah program pemerintah juga menjadi langkah strategis seperti program makan bergizi gratis (MBG) yang bisa mendorong domestic consumtion. Program lainnya perumahan yang juga sangat penting selain pariwisata dalam negeri dan berbagai program ini harus diberikan insentif yang baik oleh pemerintah.

Berita Terkait

Ekonomi

Dua Bulan Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp143 Triliun

Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi...

Kian Merosot Ekspektasi Konsumen Terhadap Prospek Ekonomi, Kendati Masih Optimis

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dirilis, Jumat (10/4/2026), mengungkapkan,...

Berita Terkini