Kamis, Maret 12, 2026
HomeBerita PropertiMengatur Sirkulasi Udara di Rumah

Mengatur Sirkulasi Udara di Rumah

Exhaust fan
Exhaust fan

Pakai Exhaust Fan

Bila bukaan alami tidak mungkin diterapkan karena bangunan sudah menempel dengan rumah tetangga, Anda bisa memakai alat bantu mekanis seperti exhaust fan atau ventilating fan (penyedot udara), untuk mengatur sirkulasi udara di ruangan.

Menurut sumber dari PT KDK, salah satu produsen exhaust fan, alat itu akan menyedot udara dari luar lalu melepasnya keluar. “Alat ini cukup efektif membantu proses pergantian udara di ruangan,” katanya.

Agar bisa bekerja maksimal, pemilihan exhaust fan sebaiknya disesuaikan dengan fungsi ruang. Kamar mandi, misalnya, membutuhkan 6 – 10 kali perputaran udara per jam, kamar tidur 2 – 4 kali, dan ruang tamu 4 – 6 kali.

Di pasaran exhaust fan terdiri dari model baling-baling (propeler fan) dan sirocco fan. Propeler fan sering dipakai di hunian, sedangkan jenis kedua lebih banyak di perkantoran atau pabrik. Ada yang dipasang di dinding (wall mount), di plafon (ceiling mount), dan di jendela (window mount) dengan daya 15 – 36 watt. Harga propeller fan merek KDK antara Rp150 – Rp350 ribu/unit.

Tak mengapa ruangan memakai AC dan exhaust fan sekaligus. Yang penting tidak dinyalakan berbarengan. Pasalnya, meski terjadi pergantian udara, udara sejuk AC akan hilang tersedot exhaust fan. Konsumsi listrik pun tinggi. “Pakai AC di kamar tidur saat membaca atau menonton. Kalau tidur matikan AC dan nyalakan exhaust fan,” katanya.

Untuk memilih exhaust fan sesuai dengan fungsi ruang, ukur volume ruang lalu kalikan dengan perputaran udara yang dibutuhkan ruang. Pada kamar mandi berukuran 3 x 4 x 3, total volume udara yang bergerak di dalamnya adalah total luas ruangan 36 m2 x 6 kali perputaran = 216 m2.

Mintalah produsen exhaust fan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan volume udara itu atau lebih. PT KDK, misalnya, menyediakan layanan itu gratis. Untuk itu konsumen cukup mengirimkan denah ruang yang akan dipasang exhaust fan.

Pemasangan exhaust fan sebaiknya bersilangan dengan bukaan depan agar perputaran udara bekerja maksimal. Misalnya, pada ruang tidur, exhaust fan diletakkan di sudut belakang ruangan, yang arahnya bersilangan dengan pintu masuk.

Berita Terkait

Ekonomi

Sustainability Bond Tahap II Bank BJB Diminati, Target Rp2 Triliun Oversubscribe 4,66 Kali

Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat...

Yuk, Jadikan Dana THR Buat Passive Income

Setelah menerima dana Tunjangan Hari Raya (THR), ada baiknya...

Perbankan Ketar-Ketir Memandang Kondisi Ekonomi

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian...

Jelang Lebaran, Penjualan Eceran Meningkat Secara Bulanan dan Tahunan

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dirilis, Selasa (10/3/2026),...

Berita Terkini