Pengembangan Kawasan Pedesaan Terus Didorong
Pengembangan kawasan pedesaan dengan meningkatkan efisiensi dan produktifitas tidak boleh menghilangkan ciri khas masyarakat pedesaan. Salah satunya soal farmer happiness dimana orang desa merasa bahagia menjadi seorang petani dan profesi-profesi lain yang dijalaninya. Ini diungkapkan Basuki Hadimuljono, Dirjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada workshop Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan (P2KPB) di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pemerintah sudah melaksanakan program P2KPB tahun 2014 di tujuh kabupaten, yaitu di Simalungun, Lampung Selatan, Ogan Komering Ilir, Pandeglang, Sukabumi, Boyolali, dan Banyuwangi. “Ini merupakan program intensif kepada kabupaten terpilih yang memberikan perhatian khusus pada kawasan pedesaan agar tetap berciri pedesaan dan mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Saat ini cukup banyak program pedesaan difasilitasi beberapa kementerian, antara lain Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM), Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), Agropolitan, Perdesaan Sehat, dan lain-lain. Ernan Rustiadi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, nilai tambah terbesar dalam sektor agrbisnis adalah pada sisi off farm dan non farm. Tapi di sisi ini nilai tambahnya masih rendah.
Menurut Ernan, untuk menggerakkan ekonomi harus ada sinergi antara sistem produksi dan pemukiman. Selama ini ada pemahaman yang salah tentang hilirisasi, yakni tidak dibolehkannya pengembangan sektor jasa dan industri di pedesaan. “Padahal sektor inilah yang memberi nilai tambah terbesar,” tandasnya. Yudis
