Rumah Minimalis ala Muji
Menyebut merek ini bisa jadi banyak orang Indonesia mengenalnya sebagai peritel aneka barang kebutuhan harian seperti baju, aksesori, stationary dan perlengkapan rumah tangga berdesain minimalis. Tapi ternyata di tempat asalnya, Jepang, Muji tidak hanya memproduksi barang-barang, juga mendesain sebuah rumah.
“Muji sudah membuat lebih dari 7.000 produk yang biasa digunakan sehari-hari. Kami kemudian berpikir bahwa kami membutuhkan sebuah rumah sebagai tempat tinggal,” kata Mamori Honda, ketua tim desain Muji House.

Muji House sendiri adalah divisi khusus yang berfokus pada arsitektur dan dibentuk tahun 2000. Divisi ini mengawali dengan membuat dua model rumah prefabricated, yaitu Window House yang didesain Kengo Kuma dan Wooden House karya Kazuhiko Namba. Sudah lebih dari seribu unit rumah-rumah itu dibangun di Jepang.
Model terbaru yang dikeluarkan adalah Vertical House. Rumah ini didesain bersama dengan University of Arts and Design, dibuat menyesuaikan dengan kehidupan urban Tokyo yang modern. Untuk kavling yang sempit, bahkan bisa lebih kecil dari 30 m2.

Rumah ini dibuat setinggi tiga lantai, seminimal mungkin menggunakan partisi, termasuk pelapis langit-langit dan pintu. Sebuah tangga ditempatkan di bagian tengah bangunan, selain sebagai penghubung juga sebagai “bukaan” udara dan cahaya. Jendela-jendelanya yang besar dilapis kawat sarang nyamuk, yang berfungsi juga untuk insulasi udara. Untuk menghemat energi, atapnya menggunakan insulasi rangkap dan kayu kelas utama digunakan sebagai pelapis dinding luar bangunan, membantu mengurangi gangguan suara. Kombinasi material serta warna kayu dan putih membantu tampilan bangunan terlihat ringan. Meski ada tiga lantai, rumah ini hanya punya satu air conditioner (ac), yang dipasang di kamar yang ada di lantai atas.
Sesuai konsep Muji, kanketsu atau simplicity, interior rumah ini juga ditata simple. Ruang di bawah tangga dijadikan lemari, menggunakan pintu geser, tidak ada tirai di jendelanya melainkan blind. Semua furnitur dan aksesori tentunya menggunakan produk Muji.

Rumah ini cuma selebar 3,185 m dengan luas total bangunan 108,46 m2. Lantai bawah difungsikan sebagai area penerima, lantai dua untuk ruang makan dan ruang duduk dan kamar tidur di lantai teratas. Biaya pembangunannya sebesar 23 juta yen atau sekitar Rp 2,4 miliar per unit dan untuk membangunnya cukup tiga bulan.
Meski bangunan prefabricated, tapi interior rumah bisa dibuat fleksibel sesuai selera penghuninya. Fleksibilitas pun dimungkinkan untuk ukuran dan letak jendela-jendelanya, sesuai dengan kondisi tapak. Skylight di atas area tangga pun bisa ditiadakan, jika dianggap tidak perlu. Tidak heran, kalau rumah model ini mendapat penghargaan Good Design Award “Best 100” 2014. “Rumah ini bisa menyeimbangkan antara fleksibilitas dan fungsionalitas, selain juga tetap memiliki identitas walaupun sebagai produk massal,” kata Nobuaki Furuya, profesor arsitek dari universitas Waseda.
(Sumber: berbagai sumber)