Kamis, April 2, 2026
HomeBerita PropertiKursi yang Ergonomis

Kursi yang Ergonomis

Kursi yang memenuhi ukuran standar ergonomis akan terasa nyaman saat diduduki.

Duduk terlalu lama baik di rumah atau tempat kerja bisa meningkatkan risiko penyakit tulang, diabetes, jantung, bahkan kematian. Menurut para ilmuwan, bahaya duduk itu bisa diimbangi dengan berolahraga. Sedangkan dari sisi desain dapat dikurangi lewat penggunaan perabot yang ergonomis. “Perabot ergonomis itu nyaman digunakan. Begitu duduk di kursi, ketinggian, kedalaman dudukan, kemiringan dan sandarannya semuanya nyaman dan enak,” kata Abie Abdillah, desainer furnitur dari Studiohiji, Jakarta.

Kursi Ergonomis

Meski ukuran kenyamanan bisa subyektif bagi setiap pengguna, perabot ergonomis tidak bisa diterjemahkan dalam bentuk fisik produk furnitur saja. “Ergonomi itu terkait hubungan manusia dan obyek di sekitarnya. Saat mendesain, saya tentukan ergonomisnya dulu baru dikasih wujud,” kata Sean Bunjamin, desainer dari Teak Tock, Jakarta.

Untuk menciptakan produk ergonomis, para desainer dan industri memegang peranan penting. Artinya, tanpa pertanyaan dari pengguna, unsur ergonomis terjawab lewat produk. Khusus untuk kursi, para desainer mengakui saat mendesainnya jauh lebih sulit ketimbang perabot lain. Ini karena kursi benar-benar berinteraksi langsung dengan penggunanya. Fungsi kursi cukup beragam, begitu pula perlakuannya.

Ukuran dan fungsi

Mungkin Anda tidak menyadari, kursi yang Anda miliki telah melalui pengukuran standar perabotan ergonomis. Standarisasi itu ada studinya, bisa dibedakan peruntukannya untuk orang Asia, Eropa, juga Amerika. Untuk orang Asia, ukurannya lebih kecil terkait bentuk postur fisiknya. “Masih ada nilai toleransi dari ukuran standar yang bisa dimainkan sesuai dengan desain sebuah kursi atau perabot,” kata Joshua Simanjuntak, desainer produk dari Karsa, Jakarta. Menurutnya, semua ukuran kenyamanan juga berpatokan pada fungsi perabot atau jenis kursi yang ingin diciptakan.

Berbeda dengan Joshua, Sean mencoba tidak terpatok pada ukuran standar. Lulusan industrial design dari Academy of Art University, San Francisco, AS , ini berfokus pada tiga aspek yang menunjukkan postur tubuh manusia saat duduk. Pertama, eye level atau tinggi titik pandang yang akan mempengaruhi postur tubuh, berapa tingginya di posisi duduk. Kedua, sudut antara tempat dudukan dan bidang sandaran. Ketiga, posisi sandaran punggung yang menopang tulang punggung ke atas (thoracic). Semakin miring kursi, beban tidak lagi di lumbar (pinggang/punggung bawah) melainkan di punggung atas. “Lumbar akan mengikuti thoracic,” ujarnya. Berikut contoh kursi ergonomis yang diciptakan para desainer lokal ternama Indonesia yang dipamerkan pada ajang International Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2013 di Jakarta pertengahan Maret lalu.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Tekanan Global, Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif Kendati Mengendur

S&P Global mencatat, industri pengolahan atau manufaktur Indonesia masih...

Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan...

Ada Ramadan dan Idul Fitri, Tapi Maret Inflasi Semua Kelompok Barang Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (1/4/2026), inflasi Indeks...

Berita Terkini