Kamis, Maret 12, 2026
HomeBerita PropertiSingapura Jadi Pusat Pengembangan Bangunan Hijau

Singapura Jadi Pusat Pengembangan Bangunan Hijau

Singapura menjadi pusat pengembangan bangunan hijau dan pemasaran produk-produk hijau (green material) di Asia Tenggara. Ini ditunjukkan tingginya persentase bangunan hijau yang ada di negara kota ini. Selain itu Singapura juga rutin menggelar pameran produk-produk ramah lingkungan yang penyelenggaraannya berlangsung setiap tahun. Tahun ini pamerannya akan berlangsung pada 31 Agustus – 6 September 2015.

Green building at Singapore
Green building at Singapore

Acara yang dihelat oleh Building and Construction Authority of Singapore (BCA) bersama dengan Reed Exhibition itu bertajuk Singapore Green Building Week (SGBW) 2015. SGBW merupakan pameran perdagangan yang digelar khusus untuk komunitas bangunan hijau di Asia yang membidangi sektor-sektor seperti pemanasan, ventilasi dan pengaturan suhu, air, dan energi terbarukan.

Menurut John Keung, CEO BCA, saat ini sekitar 27 persen area terbangun di Singapura telah memenuhi standar BCA Green Mark, sebuah alat pemeringkat bangunan hijau di wilayah tropis dan sub tropis. Prestasi itu menempatkan Singapura sebagai salah satu kota di dunia dengan persentase stok bangunan hijau cukup tinggi. “Selain sebagai pemimpin dalam bangunan hijau dan keberlanjutan, SGBW 2015 ini juga diharapkan menjadi katalis bagi negara-negara sewilayah untuk terus memperbaiki dan mengembangkan ide dan inisiatif hijau mereka,” ujar John kepada pers di Jakarta, Rabu (29/7).

Louise Chua, Project Director BEX Asia mengatakan, ajang ini semakin penting untuk menyatukan berbagai ide dan menghasilkan solusi-solusi teknologi hijau dan energi terbarukan.  Seluruh segmen masyarakat saat ini menghadapi tantangan serius mengenai kondisi bumi yang mengalami suhu global terpanas dalam 135 tahun terakhir. “Belum lagi tantangan urbanisasi, populasi, dan masalah lingkungan lainnya yang membutuhkan solusi berkelanjutan,” imbuhnya.

SGBW 2015 diperkirakan dihadiri lebih dari 30 ribu peserta dari 55 negara. Mereka terdiri atas pakar internasional di bidang bangunan hijau, pembuat kebijakan, akademisi, praktisi lingkungan, dan sebagainya. Ajang ini juga akan memberikan edukasi berharga mengenai teknologi bangunan hijau khususnya kepada para pelaku industri real estat.

Berita Terkait

Ekonomi

Sustainability Bond Tahap II Bank BJB Diminati, Target Rp2 Triliun Oversubscribe 4,66 Kali

Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat...

Yuk, Jadikan Dana THR Buat Passive Income

Setelah menerima dana Tunjangan Hari Raya (THR), ada baiknya...

Perbankan Ketar-Ketir Memandang Kondisi Ekonomi

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian...

Jelang Lebaran, Penjualan Eceran Meningkat Secara Bulanan dan Tahunan

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dirilis, Selasa (10/3/2026),...

Berita Terkini