Sabtu, Oktober 3, 2026
HomeBerita PropertiFly Over Permata Hijau dan Kuningan Mulai Diuji Coba

Fly Over Permata Hijau dan Kuningan Mulai Diuji Coba

Perempatan Permata Hijau, Jakarta Selatan, yang menjadi salah satu simpul kemacetan karena adanya perlintasan kereta api bakal terpecahkan. Jalan layang (fly over) dari Patal Senayan – Permata Hijau yang  dibangun sekitar satu tahun ini pada Selasa (5/1) mulai dibuka untuk uji coba. Pengoperasian jalan layang ini diharapkan akan mengurangi tingkat kecelakaan di persimpangan yang cukup padat itu.

Fly over permata hijau

Dengan beroperasinya fly over Permata Hijau pintu perlintasan kereta api akan ditutup secara permanen sehingga arus kendaraan dari Kebayoran Lama dan Slipi lebih lancar. Jalan layang Permata Hijau dibangun sepanjang 533 meter, lebar 10 meter, trotoar di kedua sisi 1 meter, dengan titik tertinggi 12 meter. “Biaya untuk membangun proyek ini Rp131 miliar dari APBD Jakarta,” ujar Yusmada Faizal, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, saat uji coba flyover, kemarin.

Sebelumnya, Yusmada juga melakukan uji coba fly over Kuningan yang melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Kontrak pembangunan fly over Kuningan sudah selesai pada medio Desember tahun lalu namun masih dilakukan penyempurnaan agar benar-benar siap dilalui kendaraan.

“Flyover Kuningan nilai kontraknya Rp132 miliar, konstruksinya tahan hingga 50 tahun. Ini masih kita evaluasi terus dengan berkoordinasi dengan Bina Marga dan Polda Metro Jaya. Ditargetkan pekan ini kedua flyover sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Agustus Surplus Neraca Dagang RI Melonjak Jadi USD3,55 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada...

Manufaktur RI Melaju Lagi, Tertinggi dalam 7 Bulan, Didorong Kenaikan Permintaan

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kembali ke zona...

Berita Terkini