Kamis, April 2, 2026
HomeApartmentKenapa Apartemen di Lantai Atas Lebih Mahal? Ini  Jawabannya

Kenapa Apartemen di Lantai Atas Lebih Mahal? Ini  Jawabannya

Harga apartemen di Indonesia tergolong paling variatif. Kendati  unit huniannya berada di apartemen yang sama harganya bisa berlainan. Penyebab perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh letak unit huniannya, semakin tinggi posisinya harganya semakin mahal. Itu belum termasuk perbedaan harga karena faktor panorama (view), misalnya city view atau panorama taman.

Ilustrasi : Podomoro City
Ilustrasi : Podomoro City

Padahal apartemen di luar negeri favoritnya  justru yang posisinya di lantai bawah atau lantai 10 ke bawah.  Ini terkait dengan keamanan bila terjadi gempa atau kebakaran, unit di lantai bawah memudahkan untuk proses evakuasi penghuni. Lalu, kenapa apartemen di Indonesia khususnya di kawasan Jabodetabek dijual lebih mahal bila posisi unitnya di lantai lebih tinggi. Menurut Andre Surya, Direktur Operasional PT Mitra Graha Andalan, pengembang apartemen Grand Icon Bekasi, ada beberapa kelebihan apabila unit huniannya di lantai lebih atas.

“Posisi lantai yang lebih tinggi itu lebih kedap suara sehingga penghuni tidak  akan terganggu dengan suara-suara lalu lintas dan aktifitas lainnya di lantai bawah. Selain itu unit di atas juga lebih adem dan menawarkan view menawan ke  segala penjuru kota,” jelasnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (1/2).

Tapi hal ini tergantung pada selera dan pertimbangan masing-masing orang. Sebab, tinggal di lantai atas juga ada konsekwensinya. Misalnya naik turun lebih lama karena soal  lift. Kecuali apartemen menengah atas dan premium penghuni tidak perlu menunggu lama karena biasanya menggunakan lift kecepatan tinggi (high speed) dan private lift untuk masing-masing uit.

Andre menyebutkan unit di lantai lebih atas tidak selalu lebih mahal. Kondisinya tergantung setiap apartemen, yang menjual view kolam renang paling mahal unit di lantai tengah. Kalau letaknya terlalu tinggi view kolam renangnya tidak kelihatan. “Di apartemen yang kami bangun lantai paling atas lebih mahal karena view-nya paling oke. Lift kami menggunakan produk Eropa yang waktunya hanya sekitar 3-4 detik per lantai. Di lantai atas juga ada sky lounge untuk menerima tamu dan tempat kongkow,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Tekanan Global, Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif Kendati Mengendur

S&P Global mencatat, industri pengolahan atau manufaktur Indonesia masih...

Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Tanpa Putus

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan...

Ada Ramadan dan Idul Fitri, Tapi Maret Inflasi Semua Kelompok Barang Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (1/4/2026), inflasi Indeks...

Berita Terkini