Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeBerita PropertiPemprov DKI Bebaskan 49 Ha Untuk Taman

Pemprov DKI Bebaskan 49 Ha Untuk Taman

Pemprov DKI Jakarta akan menambah 10 taman baru yang akan dibuka bulan Februari ini. Pembangunan taman di wilayah DKI Jakarta merupakan program prioritas pemprov untuk memperbanyak ruang terbuka hijau di ibukota. Ke-10 taman yang akan segera dibuka ini merupakan pembangunan yang dilaksanakan dengan anggaran tahun 2015.

Ilustrasi : Taman Cattleya
Ilustrasi : Taman Cattleya

“Tahun 2016 kita akan membangun lagi sebanyak 63 taman atau sekitar 47 persen dari target pembangunan taman di 139 lokasi,” ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Dyah Kurniati, kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (1/2).

Total lahan yang sudah berhasil dibebaskan untuk dibangun taman di tahun 2016 ini seluas 49,3 ha. Pembangunannya akan dimulai dalam waktu dekat dengan tujuan agar bisa selesai tahun ini.

Ke-10 taman yang akan segera dibuka ini dirancang untuk kegiatan fisik. Di area taman akan disediakan  lapangan basket, fitnes, dan lain-lain. Pembangunannya nanti disesuaikan dengan tipologi lingkungan sehingga selain aktifitas fisik  juga bisa untuk kegiatan lain sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk untuk area penghijauan.

Taman yang akan dibangun antara lain Taman Cakung, Taman Kelapa, dan Taman PPA di Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan ada  Taman Lebak Bulus 3, Taman Maja, Taman Zodia, Taman Tanjung 2, dan Taman Jagakarsa. Di Jakarta Utara ada Taman Sunter dan Taman Kalibaru Timur di Jakarta Pusat.

Ratna menjelaskan, taman yang akan dibangun tahun ini mencakup 28 taman di Jakarta Timur, 21 di Jakarta Selatan, 5 di Jakarta Utara, dan masing-masing tiga lokasi di wilayah lainnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini