Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeApartmentEmerald Bintaro Masih Menawarkan Harga Perdana

Emerald Bintaro Masih Menawarkan Harga Perdana

Apartemen Emerald Bintaro (2,9 ha) di Jalan Raya Jombang, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, segera memasuki tahap pembangunan. Rencananya groundbreaking apartemen yang dipasarkan April 2015 itu akan berlangsung Juni 2016 mendatang. PT Jaya Real Property (JRP) Tbk, pengembangnya, masih menawarkan harga perdana.  sehingga proyek ini merupakan proyek hunian yang menawarkan harga paling terjangkau di kawasan Bintaro.

Apartemen Emerald @Bintaro
Apartemen Emerald @Bintaro

Emerald Bintaro akan dikembangkan hingga enam tower setinggi 27 lantai. Tower pertama sebanyak 589 unit sudah terjual 100 persen. Saat ini tower kedua mulai dipasarkan dengan membuka nomor urut pemesanan (NUP) sebesar Rp5 juta per unit. “Walaupun tower kedua kami masih menjual dengan harga perdana,” ujar Dwi, staf pemasaran Emerald Bintaro dalam pameran properti HousingEstate Expo 2016 yang berlangsung di The Energy Building SCBD Jl Jend Sudirman Jakarta, Jumat (15/4).

Unit hunian yang dipasarkan mencakup tipe studio (21 m2) dan 2 kamar (36 m2) seharga Tp276 juta dan Rp403 juta. Targetnya tower pertama akan diserahterimakan tahun 2019. Pengembangnya menawarkan pembayaran fleksibel secara tunai bertahap hingga 50 kali. Uang mukanya 35 persen dicicil hingga 38 kali.

“Apartemen ini merupakan hunian termurah yang dipasarkan oleh JRP,  harganya hanya Rp12 juta/m2. Karena itu apartemen ini ideal bagi kalangan menengah baru, harganya terjangkau dan ke pusat  bisnis Jakarta dapat menggunakan kereta komuter dari Stasiun Jurangmangu,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini