Selasa, April 14, 2026
HomeBerita PropertiDibuka Museum Louvre Abu Dhabi

Dibuka Museum Louvre Abu Dhabi

Siapa yang tak kenal dengan piramida kaca berukuran superbesar di tengah bangunan lawas berarsitektur cantik di tengah Paris, Prancis. Salah satu ikon Paris itu adalah Museum Louvre yang selain menampilkan sejarah bangsa Prancis dan Eropa, juga menjadi rumah dari aneka benda seni seperti lukisan ternama Monalisa karya Leonardo Da Vinci.

(Foto: Gulf Business)
(Foto: Gulf Business)

Kini Museum Louvre juga hadir di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Louvre Abu Dhabi, demikian sebutannya, dicanangkan menjadi pusat wisata budaya yang menampilkan sejumlah karya seni dari segala belahan dunia. Didesain Jean Nouvel, gedung utamanya berbentuk kubah pendek dengan diameter 180 meter.

Sebagian sisinya dibuat terbuka ke arah kolam yang mengelilinginya. Konstruksinya terbuat dari baja dan kaca dengan detil cukup rumit, berbentuk sarang lebah yang saling bertaut dalam pola tak beraturan, membuat sebagian sisi sebagai penahan cahaya matahari nan terik. “Inspirasi saya dari kearifan lokal. Saya melihat bagaimana cahaya masuk melalui celah di atap pasar lokal atau daun kelapa,” kata Nouvel.

Akan ada 23 galeri permanen yang akan menampilkan karya seniman Paul Gauguin, Vincent Van Gogh, Pablo Picasso dan Cy Twombly. Museum ini direncanakan bisa menampung 600 karya seni, setengah di antaranya dipinjam dari 13 institusi seni di Prancis.

Karya instalasi permanen yang ditampillkan termasuk karya pematung Auguste Rodin, lalu “Leaves of Light” karya seniman Giuseppe Penone. Juga sejumlah artefak yang tak ternilai, seperti patung Sphinx yang diperkirakan dari abad ke-6, 13 potongan asli Surat al Hasr dari Al Quran, juga potongan marmer peninggalan Alexander the Great. Tidak melupakan sejarah, bekerja sama dengan sejumlah museum dan institusi budaya yang ada di jazirah Arab, Louvre Abu Dhabi juga akan menampilkan artefak bangsanya. Antara lain patung Ain Ghazal asal Yordania yang sudah berusia 8000 tahun, 400 koin perak asal Oman dan aneka peralatan batu zaman prasejarah dari Arab Saudi.

Salah satu koleksi Louvre Abu Dhabi, mumi Ratu Mesir Henuttawy dari jaman pertengahan abad ke10 sebelum Masehi. (Foto: CNN)
Salah satu koleksi Louvre Abu Dhabi, mumi Ratu Mesir Henuttawy dari jaman pertengahan abad ke-10 sebelum Masehi. (Foto: CNN)

“Ini lebih dari sekadar museum. Ini adalah pusat perdamaian, toleransi dan edukasi,” kata Mohamad al-Mubarak, Chairman of the Department of Culture and Tourism, kepada Reuters. Terwujudnya museum ini sudah melalui perjalanan panjang, yang dimulai dari tahun 2007 setelah adanya kesepakatan pemerintah dua kota Paris dan Abu Dhabi.

Rencana awal bisa dibuka tahun 2012. Sayang, krisis finansial keburu melanda UEA dan dunia, membuat negeri kaya minyak itu harus menekan habis semua pengeluarannya. Diimpikan sebagai tempat yang universal, yang ditampilkan tidak saja lewat koleksi dan benda seni yang dipamerkan, tapi juga desainnya yang mengolaborasikan antara keindahan desain Prancis dan warisan budaya Arab.

Museum yang sudah menghabiskan dana USD1 miliar atau Rp13,53 triliun ini diharapkan bisa menjadi obyek wisata baru. Apalagi lokasinya di Saadiyat Cultural District sudah menjadi pusat aktivitas budaya dan pameran ternama di Abu Dhabi. Rencananya dekat museum juga akan dibangun Guggenheim Abu Dhabi and Zayed National Museum.

“Budaya adalah elemen yang bisa digunakan untuk kita saling mengenal satu sama lain,” ujar Saif Saeed Ghobash, Direktur Jenderal dari Department of Culture & Tourism UEA. Tiket masuknya yang dibanderol USD16,3 atau sekitar Rp220 ribu pada hari pertama pembukaan langsung terjual 5.000 lembar.

 

Sumber: The Telegraph & Gulfbusiness

Berita Terkait

Ekonomi

Dua Bulan Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp143 Triliun

Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi...

Kian Merosot Ekspektasi Konsumen Terhadap Prospek Ekonomi, Kendati Masih Optimis

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dirilis, Jumat (10/4/2026), mengungkapkan,...

Berita Terkini