Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeBerita PropertiBank BTN Tawarkan KPR Nyicil Bunga Doang

Bank BTN Tawarkan KPR Nyicil Bunga Doang

Berbagai cara dilakukan bank untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kredit rumah. Bank BTN misalnya, menerbitkan kredit mikro rumah untuk pekerja informal dengan syarat mereka menabung selama minimal enam bulan rutin untuk melihat kemampuan mencicilnya.

Sementara dalam ajang pameran properti Indonesia Property Expo (IPEX), 3-11 Februari 2018, di Senayan, Jakarta, bank khusus pembiayaan perumahan itu meluncurkan produk KPR Zero untuk membantu calon peminjam (debitur) yang selama ini suka gagal mendapatkan fasilitas KPR karena bank menilainya tidak layak kredit (non bankable).

“KPR Zero ini rebranding KPR Easy Payment. Dengan fitur KPR itu nasabah cukup membayar bunga selama dua tahun pertama. Tahun ketiga dan seterusnya baru membayar cicilan pokok plus bunga,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN, saat pembukaan IPEX 2018 akhir pekan lalu.

Baik kredit mikro maupuan KPR Zero disebutnya sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan realisasi program sejuta rumah yang dilucurkan pemerintah. Selama ini KPR bersubsidi dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSDB) dan bantuan uang muka, hanya bisa menjangkau pekerja formal dengan penghasilan maksimal Rp4 juta/bulan.

“(Peluncuran) pola-pola (KPR) seperti ini membuat masyarakat menjadi lebih banyak pilihan untuk membeli rumah walaupun belum punya tabungan (untuk membayar uang muka). Jadi, dengan fitur-fitur KPR seperti itu harapannya makin banyak masyarakat yang mampu menjangkau harga rumah,” ujar Maryono.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini