Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeBerita PropertiPollux Technopolis Siapkan Kuliner Jepang Sepanjang 1 Km

Pollux Technopolis Siapkan Kuliner Jepang Sepanjang 1 Km

Pollux Properties meneken perjanjian dengan merek retil untuk  mengisi Dotonburi Shopping Street, sebuah fasilitas komersial di proyek superblok Pollux Technopolis (42 ha), Karawang, Jawa Barat. Pollux Technopolis berada dekat exit tol Karawang Barat yang akan dikembangkan dalam enam zona dengan lima tower apartemen (2.500 unit), mal, hotel, perkantoran dengan investasi Rp50 triliun.

Dotonburi Shopping Street merupakan duplikasi konsep serupa Dotonburi di Osaka, Jepang. Adapun  retail brand  yang sudah menyatakan bergabung di Dotonburi Shopping Street adalah J.Co, Roppan, Breadtalk, Burger King, Ta Wan, Sour Sally, Gulu Gulu, Bakso Lapangan Tembak, Solaria, KOI café, X Café by Xsml, Chuen Tin, dan Sate Khas Senayan.

Menurut CEO Pollux Mall Indonesia Handoyo K. Setyadi, konsep Jepang sangat diminati khususnya di kawasan industri sehingga Dotunburi Shopping Street diyakini akan mendapat respon positif. “Konsep ini yang pertama di Indonesia karena Dotunburi Shooping Street  panjangnya seribu meter (1 km) untuk kuliner khas Jepang,” ujarnya kepada housing-estate.com saat acara penandatanganan di Jakarta, Rabu (7/3).

Ruko empat lantai Dotonburi Shopping Street  akan dibangun dalam waktu 36 bulan dan pengoperasiannya bersamaan dengan tower pertama apartemen. Satu tower apartemen tengah dibangun sebanyak 432 unit dan penjualannya sudah mencapai 50 persen.

“Lifestyle Jepang sangat digemari sehingga konsepnya banyak diikuti di berbagai proyek khususnya di Indonesia.  Isinya kita pilih dengan sangat selektif sehingga tempat ini akan menjadi kawasan  lifestyle  baru,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini