Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeBerita PropertiKementerian PUPR Naikkan Dana Bedah Rumah

Kementerian PUPR Naikkan Dana Bedah Rumah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meningkatkan dana program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah tahun ini. Program ini berupa dana stimulan untuk peningkatan kualitas rumah eksisting sebesar Rp15 juta/rumah yang dinaikkan menjadi Rp17,5 juta, serta bantuan stimulan untuk pembangunan rumah baru yang ditingkatkan dari Rp30 juta menjadi Rp35 juta/rumah.

“Untuk membantu masyarakat yang membangun rumah secara swadaya dan membantu peningkatan kualitas rumah yang tidak layak, dana BSPS kita tingkatkan. Bantuan untuk peningkatan kualitas rumah mencapai 198.500 unit, untuk pembangunan baru 8.000 unit. Total menjadi 206.500 unit dengan total alokasi anggaran Rp4,28 triliun,” kata  Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Pembangunan rumah swadaya, jelas Khalawi, merupakan salah satu program perumahan yang terus didorong pemerintah. Hal itu juga merupakan amanat Undang-Undang No 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. BSPS ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan hingga Rp4 juta/bulan. Tujuannya, mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah atau membangun rumah baru beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya.

“Program tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tapi bahan bangunan. Pelaku utama pembangunannya masyarakat sendiri yang membentuk kelompok untuk membangun rumahnya secara bergotong royong. Untuk peningkatan kualitas rumah, dana Rp17,5 juta itu pembagiannnya Rp15 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta upah kerja. Untuk pembangunan rumah baru, dana Rp35 juta itu sebanyak Rp30 juta untuk bahan bangunan dan Rp5 juta upah kerja,” jelas Khalawi.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini